Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menghadiri peringatan Milad ke-14 Pondok Pesantren Darul Ulum Wal Hikam (Dawam) Yogyakarta pada Minggu (8/2/2026) malam. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemkot terhadap peran strategis pesantren dalam pendidikan karakter dan pembangunan sumber daya manusia.
“Atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, saya mengucapkan selamat Milad ke-14 kepada Pondok Pesantren Darul Ulum Wal Hikam Yogyakarta. Empat belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat,” ujar Hasto dalam sambutannya.
Menurut Hasto, pesantren memiliki posisi sangat strategis dalam pembangunan karakter bangsa. Di tengah tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, pesantren dinilai tetap menjadi benteng moral, pusat pembinaan akhlak, sekaligus penjaga nilai kebangsaan dan keislaman.
“Pemerintah Kota Yogyakarta senantiasa mendukung peran pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga mengaitkan pendidikan karakter dengan kepedulian lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan hidup dengan memilah sampah sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab.
“Pengelolaan sampah juga bagian dari pendidikan karakter. Membiasakan memilah sampah adalah membangun budaya hidup yang bertanggung jawab. Karena itu Pemkot memiliki Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS),” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Dawam, Ahmad Sugeng Utomo, memaparkan visi pendidikan pesantren yang tidak hanya berfokus pada pendalaman ilmu agama, tetapi juga penguatan kemandirian ekonomi santri melalui kewirausahaan.
Ia menekankan pentingnya santri memiliki keahlian berbisnis agar mampu berdikari. Untuk itu, pesantren menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Bank Syariah Mandiri, dalam pengembangan program kewirausahaan.
“Santri tidak hanya pandai mengaji, namun juga pandai dalam berbisnis. Bahkan saya bermimpi semua pondok pesantren bisa berdaulat dalam ekonomi. Sekolah bisnis santripreneur ini bagian dari ikhtiar kami mewujudkan cita-cita bersama, mencetak santripreneur yang berdedikasi tinggi dalam memajukan perekonomian Indonesia,” tandasnya.
Peringatan Milad ke-14 Ponpes Dawam berlangsung khidmat dan dihadiri para santri, wali santri, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan, menegaskan peran pesantren sebagai simpul pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat di Kota Yogyakarta.


