JAKARTA,REDAKSI17.COM — Rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Perum Bulog menjelang Ramadan 2026 menjadi agenda strategis nasional dalam rangka memantau harga sembilan komoditas pangan strategis yang menjadi hajat hidup rakyat Indonesia. Komoditas tersebut meliputi beras, gula, telur, daging, minyak goreng, garam, dan terigu.
“Kondisi daya beli rakyat belum sepenuhnya pulih. Negara harus hadir untuk menjaga harga dan stok pangan agar benar-benar berada dalam penguasaan negara. Jangan lengah, momen hari besar keagamaan seperti Ramadan sering dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan tanpa batas,” papar Riyono Caping, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS.
Dalam rapat kerja tersebut, Bulog menyampaikan bahwa stok beras hingga awal Februari masih berada di angka 3,2 juta ton. Sementara itu, produksi minyak baru mencapai sekitar 20 persen dari rencana nasional sebesar 700 ribu ton. Kondisi stok ini, menurut Riyono, harus menjadi perhatian serius hingga H-1 Ramadan.
“Stok, distribusi, dan harga menjadi kunci pengendalian di pasar modern maupun tradisional. Rantai distribusi di daerah minus pangan harus diperbaiki dan diutamakan untuk menghindari kenaikan harga,” tambah Riyono Caping.
Dalam rapat kerja bersama Bulog, Riyono juga menyampaikan sejumlah saran terkait strategi dan kesiapan Bulog agar mampu menjalankan peran sebagai regulator sekaligus pengendali harga di lapangan demi kepentingan rakyat.
“Pangan harus dikuasai oleh negara. Tidak boleh ada oknum atau siapa pun yang mengendalikan harga pangan di luar jangkauan negara. Apalagi produk pangan berbasis impor, harus dikawal ketat oleh Satgas Pangan. Negara tidak boleh ikut terlibat mencari keuntungan dari rakyat, negara harus hadir memberikan kepastian harga yang terjangkau,” tegasnya.
Menurut Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan ini menyebut bahwa pangan merupakan sektor strategis yang harus diatur dan dikendalikan oleh negara. Jangan sampai negara kalah oleh korporasi dan justru menjadi subsistem dalam rantai pasok pangan yang pada akhirnya membebani rakyat.
Ia menegaskan bahwa kunci kestabilan harga pangan antara lain: pertama, Bulog harus memastikan stok aman dan terdistribusi merata di setiap pulau besar; kedua, Satgas Pangan melakukan patroli rutin harian untuk memantau perkembangan harga di pusat-pusat pasar tradisional skala besar; dan ketiga, memberikan peringatan keras serta tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran harga di atas HET.
“Bulog harus hadir di tengah pasar rakyat, memastikan harga aman dan terkendali. Lakukan mitigasi kenaikan harga secara presisi dan tutup celah pelanggaran dengan tegas demi kepentingan rakyat,” tutup Riyono.



