JAKARTA,REDAKSI17.COM — Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin), Handi Risza memaparkan refleksi akhir tahun 2025 dan outlook ekonomi 2026 dalam Webinar Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Outlook Ekonomi 2026 yang digelar secara daring pada Rabu, (17/12/2025).
Handi menilai bahwa perekonomian nasional sepanjang 2025 masih relatif kokoh meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan termasuk bencana alam besar di Sumatera yang membutuhkan penanganan fiskal serius agar pemulihan dan pembangunan pascabencana dapat berjalan cepat dan berkelanjutan.
“Perekonomian nasional masih terlihat kokoh, walaupun banyak catatan yang mengiringi perjalanan sepanjang tahun 2025,” ujar Handi.
Handi mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 masih berada di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen. Menurutnya, penguatan konsumsi rumah tangga, khususnya kelompok menengah ke bawah, menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di akhir tahun.
Memasuki 2026, Handi menilai APBN 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Delapan agenda prioritas akan menjadi penentu laju pertumbuhan ekonomi.
“APBN 2026 adalah anggaran yang sepenuhnya dirancang oleh pemerintahan saat ini, sehingga efektivitas kebijakan fiskal dan program prioritas akan benar-benar diuji,” tegasnya.
Belanja langsung ke masyarakat melalui program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Program Keluarga Harapan, ketahanan pangan, kartu sembako, dan lainnya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.



