Jumlah partai peserta pemilu bertambah, sementara komposisi pemilih juga berubah drastis dengan dominasi generasi Z dan milenial.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Muhamad Mardiono usai membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) IX DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Sabtu (7/2).
Melalui konsolidasi ini Mardiono menekankan partainya tidak boleh terlambat dalam mempersiapkan Pemilu 2029 mendatang.
“Saya sarankan bahwa PPP enggak boleh ketinggalan waktu. Kita akan berkompetisi tentu nanti di 2029 itu lebih berat karena apa? Nanti peserta pemilu itu di samping mungkin partainya akan lebih banyak, yang kedua sekarang pemilih yang nanti akan memilih pada tahun 2029 itu adalah 60 -70 persen adalah generasi Z dan generasi milenial,” kata Mardiono.
Pihaknya menekankan kondisi tersebut membuat PPP harus mengubah pola komunikasi politik. Tujuannya untuk menyesuaikan dengan dinamika generasi muda saat ini.
“Oleh karena itu kita harus merubah formasi ya cara-cara untuk berkomunikasi politik untuk menyesuaikan menyesuaikan dengan dinamika yang memang pada saat ini,” tegasnya
Ia menjelaskan Musywil bertajuk “Semangat Kebersamaan Kekompakan Bersatu Menuju Pemilu 2029” ini bukan sekadar agenda pembentukan kepengurusan lima tahunan.
Melainkan bagian dari strategi besar menyusun agenda politik menuju Pemilu 2029.
“Ada yang lebih besar (dari tujuan Musywil) yaitu bagaimana untuk menyusun sebuah agenda-agenda politik menyongsong pemilu tahun 2009. Itu yang paling utama,” katanya.




