Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian besar pemerintahannya: berhasil menyelamatkan uang negara hingga Rp31,3 triliun dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun terakhir.
Angka ini bukan sekadar statistik. Menurut Prabowo, dana sebesar itu bisa digunakan untuk memperbaiki sekitar 34.000 sekolah di seluruh Indonesia—sebuah dampak yang langsung menyentuh sektor pendidikan.
Ia merinci, penyelamatan dana tersebut berasal dari berbagai penindakan kasus, di antaranya:
• Oktober 2025: sekitar Rp13,25 triliun dari kasus korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya
• Desember 2025: sekitar Rp6,625 triliun
• April 2026: tambahan Rp11,420 triliun
Totalnya mencapai Rp31,3 triliun—angka yang disebut sebagai hasil nyata dari upaya penegakan hukum dan pengawasan keuangan negara.
Pernyataan ini pun langsung menarik perhatian publik.
Di satu sisi, capaian tersebut dianggap sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi dan mengamankan aset negara. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan lanjutan: bagaimana pengelolaan dana yang sudah diselamatkan ini ke depan?
Apakah benar akan dialokasikan secara optimal, seperti untuk perbaikan sekolah?
Yang jelas, jika angka ini benar-benar dimanfaatkan dengan tepat, dampaknya bisa sangat besar—bukan hanya pada infrastruktur, tapi juga kualitas pendidikan nasional.
Kini publik menunggu langkah berikutnya: dari “menyelamatkan” ke “memanfaatkan secara nyata”.





