Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Ormas Islam di Istana Jakarta untuk membahas alasan pemerintah bergabung ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Istana berharap semua pihak menerima dan memahami poin-poin yang akan disampaikan.
Hal itu diungkap Mensesneg Prasetyo Hadi sebelum pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pras mengungkap pemerintah memaklumi adanya perbedaan pendapat terkait bergabungnya RI ke Dewan Perdamaian.
“Bukan resistensi ya mungkin masih ada kebedaan pandangan yang mungkin Itu karena belum tersampaikan secara utuh. Apa yang melandasi Keputusan dari Bapak Presiden Keputusan pemerintah, Termasuk di situ kan ada yang poin-poin apa namanya yang diatur di dalam Board of Peace,” kata Pras.
Pras menilai perlunya penyampaian secara komprehensif terkait bergabungnya RI ke Dewan Perdamaian. Dari pertemuan itu, diharapkan adanya pemahaman dari para ormas Islam.
“Itu juga menjadi bahan-bahan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh. Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari memungkinkan untuk Bapak Presiden bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” ujarnya.
Diketahui ada 40 orang yang diundang dalam pertemuan tersebut. Selain pimpinan Ormas Islam, ada pimpinan pondok pesantren hingga tokoh muslim.




