Home / Nasional / Prabowo Beri Perhatian Khusus pada Kasus Siswa Bunuh Diri di NTT

Prabowo Beri Perhatian Khusus pada Kasus Siswa Bunuh Diri di NTT

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap insiden tragis siswa SD yang mengakhiri hidupnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prasetyo mengaku, kasus siswa sekolah dasar ini telah menjadi atensi Presiden RI Prabowo Subianto. “Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam, dan kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait, karena bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi,” kata Prasetyo Hadi dikutip Kamis (5/1).

“Oleh karena itulah, Bapak Presiden menaruh atensi, dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal semacam ini dapat kita antisipasi,” sambung Prasetyo Hadi. Prasetyo mengatakan kementeriannya telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kemudian Menteri Sosial Saifullah Yusuf, untuk memperhatikan kondisi keluarga korban, yang diketahui berada dalam kategori miskin ekstrem (desil-1). Pras menambahkan dirinya juga telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

“Kami sudah berkoordinasi untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga, dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya. Terkait dengan adanya informasi keluarga korban tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos), karena persoalan administrasi, Pras menyatakan pemerintah menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“Biarlah kami tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi. Pras kemudian menekankan pentingnya merawat kepedulian sosial di seluruh tingkatan. “Semua harus meningkatkan kepedulian sosial di antara kita semua dari setiap level, tingkatan,” ujar Pras.

Pasetyo mengatakan, selain di faktor keluarga, lingkungan, juga di sekolah menjadi sangat penting, terutama berkenaan dengan masalah mental para siswa. “Supaya jika mengalami sebuah tekanan, atau mengalami sebuah permasalahan untuk dapat menyampaikan kepada guru-guru mereka di sekolah.

Semua upaya kami coba cari supaya kami mengantisipasi, supaya tidak terjadi kembali,” sambung Pras. Diketahui, Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan: “Surat buat Mama” Mama saya pergi dulu Mama relakan saya pergi Jangan menangis ya Mama Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya Selamat tinggal Mama”.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *