Foto: Presiden Prabowo Subianto. (Dok. YouTube Setpres)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan prinsip yang dipegang dalam mengelola ekonomi Indonesia. Prabowo meminta agar masyarakat Indonesia untuk hidup sesuai dengan kemampuan.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Bloomberg berjudul ‘Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis’, Prabowo menyatakan prinsip utama pemerintahannya adalah memastikan bangsa Indonesia hidup sesuai kemampuan.
Indonesia menerapkan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB). Prabowo menyatakan hanya akan mempertimbangkan untuk melampaui batas tersebut jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang luar biasa.
Prabowo menyamakan potensi kebijakan tersebut dengan masa pandemi COVID-19. Saat itu, Indonesia secara legal diizinkan melampaui batas defisit selama dua tahun untuk membiayai belanja darurat demi menyelamatkan rakyat.
“Jangan belanja lebih besar dari penghasilan. Ini adalah dasar kehidupan untuk bertahan hidup,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Salah satu faktor yang memungkinkan adanya pelonggaran defisit secara jangka pendek adalah jika harga minyak mentah dunia melonjak tinggi dalam waktu lama akibat eskalasi perang di Timur Tengah. Prabowo menekankan bahwa opsi melampaui batas defisit adalah pilihan terakhir. Meski banyak negara lain, termasuk anggota Uni Eropa telah mengabaikan target defisit yang ketat, ia menilai Indonesia harus tetap konsisten.
Prabowo menentang pemikiran ekonomi yang menganjurkan pencapaian pertumbuhan tinggi melalui pengambilan utang yang besar. Menurutnya, nilai-nilai yang ia pegang teguh berasal dari didikan orang tuanya untuk selalu mengukur pengeluaran berdasarkan kemampuan yang ada.
“Saya harap kita tidak perlu mengubahnya. Sebenarnya saya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya orang yang kuno,” tambah Prabowo.





