Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara paling aman terhadap segala guncangan, termasuk apabila terjadi Perang Dunia III.
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara paling aman terhadap segala guncangan, termasuk apabila terjadi Perang Dunia III. Hal ini terlihat dari banyaknya penduduk Rusia dan Ukraina yang tinggal di Bali ketika terjadi perang di negara mereka.
“Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas lho. Sekarang kalau ke Bali, lihat itu berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ,” ujar Prabowo saat memberikan taklimat kepada seluruh menteri, pejabat eselon I kementerian/lembaga hingga para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Bahkan, lanjut dia, Indonesia berencana membangun Kawasan Keuangan Khusus (Special Financial Zone/SFZ) untuk melindungi para warga negara asing yang terjebak perang.
“Tujuannya, untuk menjadi wadah bagi para pelancong menanamkan investasinya dengan insentif pajak yang menarik hingga regulasi yang lebih ringan,” tutur Prabowo.
Menurut Prabowo, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan untuk membangun SFZ di Bali. Hal ini menjadi pertimbangan sejak pembahasan dilakukan beberapa tahun lalu.
Dengan adanya kawasan ini, diharapkan investasi masuk dari negara yang saat ini dalam kondisi peperangan sebab Indonesia aman dari perang. Misalnya dari kawasan Timur Tengah, bisa beralih ke Indonesia.
“Sekarang uang-uang yang di Timur Tengah dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang, sekarang kasih tahu? Indonesia salah satu yang paling diminati,” ucap Prabowo.
Prabowo menyebut Indonesia memiliki banyak potensi untuk menarik negara lain berinvestasi. Dia menekankan kementerian dan lembaga harus kompak demi membangun Indonesia untuk mencapai cita-cita bersama.
“Karena itu lah saya kumpulkan rapat kerja ini supaya nanti kita satu, satu bahasa, satu rencana kerja. Tidak boleh ada pemikiran sektoral, tidak ada yang boleh satu departemen, satu kementerian, satu institusi, memikirkan institusinya sendiri. Kita harus kerja sama,” tegas Prabowo.





