Jakarta,REDAKSI17.COM – Kabar terbaru dari Istana kembali menyita perhatian publik. Prabowo Subianto dikabarkan mengeluarkan arahan baru yang cukup berani—mendorong peralihan dari kompor LPG ke kompor listrik.
Langkah ini didasari perhitungan ekonomi negara: impor LPG dinilai semakin mahal, sementara pasokan listrik dalam negeri melimpah. Secara logika, solusi ini terlihat sederhana—cukup colok, nyala, dan memasak pun selesai.
Namun di balik gagasan tersebut, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah perubahan ini benar-benar semudah itu diterapkan, khususnya bagi kalangan ekonomi bawah?
Sebuah wacana yang kini mulai memicu diskusi luas tentang kesiapan, akses, dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari rakyat.





