Bogor,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya yang terletak di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (27/1/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas terkemuka di Inggris Raya.
“Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya,” ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet pada hari yang sama.
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengajak universitas-universitas terkemuka di Inggris Raya untuk membuka kampus di Indonesia, khususnya di bidang Sains, Teknologi, Engineering, Matematika (STEM), dan kedokteran, selama kunjungannya ke London beberapa hari sebelumnya.
Inisiatif yang diusulkan Prabowo tersebut mendapat sambutan positif dari mitra-mitra yang terlibat. “Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra,” jelas Teddy.
Rapat ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari sejumlah universitas terkemuka di Inggris di Lancaster House, London, pada Selasa (20/1/2026). Universitas-universitas tersebut termasuk Oxford University, King’s College London, Imperial College London, dan Edinburgh University. Prabowo mengungkapkan rencananya untuk mendirikan 10 universitas baru yang akan fokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi.
Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya sangat terbatas.
“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” jelas Prabowo dalam forum tersebut.
Agar Setara dengan Unveristas Lain di Dunia
Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka dari Inggris untuk menjalin kerja sama dalam mendirikan sepuluh universitas baru di Indonesia. Tujuannya adalah agar pendidikan di Indonesia setara dengan universitas-universitas terbaik di dunia.
“Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi,” tuturnya.
“Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” sambung Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ujar Prabowo. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Para mahasiswa tersebut akan menjalani pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan.
Jalin Kerja Sama dengan British Council
Pemerintah Indonesia telah membuka kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan British Council, termasuk dalam penerapan standar IELTS. Di sisi lain, Prabowo Subianto menekankan pentingnya keterbukaan Indonesia terhadap kehadiran dosen dan profesor asing, termasuk melalui skema profesor tamu dari universitas mitra.
Presiden optimis bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan di tanah air. Prabowo juga yakin bahwa semua persiapan akan rampung sehingga universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028 mendatang.
“Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkas Prabowo.




