Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaan Pemerintah Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Hassan Wirajuda, mantan Menteri Luar Negeri, menjelaskan syarat yang diperlukan agar Indonesia dapat berperan sebagai mediator.
Menurut Hassan, keberhasilan mediasi sangat bergantung pada adanya keinginan dari pihak-pihak yang berselisih. Namun, hingga saat ini, ia belum melihat indikasi adanya keinginan tersebut. Hassan menyampaikan hal ini usai diskusi kebangsaan yang diadakan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (3/3/2026) malam, seperti dikutip detikNews.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono kembali menegaskan kesiapan Indonesia untuk memediasi konflik di Timur Tengah, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan pihak-pihak yang terlibat.
Sugiono menyatakan bahwa Indonesia ingin berperan sebagai jembatan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Indonesia menawarkan diri untuk menjembatani perbedaan yang ada. Sebelumnya, Sugiono juga telah menyampaikan tawaran mediasi ini kepada Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui sambungan telepon.
Sugiono mengatakan, “Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi, dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu,” melalui akun X resminya, Selasa (3/3/2026).
Sugiono juga menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan melakukan de-eskalasi, serta mengedepankan dialog dan diplomasi demi memulihkan stabilitas regional.





