Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengirimkan pasukan TNI ke Gaza, Palestina, dalam kurun satu hingga dua bulan mendatang
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia akan mengirimkan pasukan TNI ke Gaza, Palestina, dalam kurun satu hingga dua bulan mendatang.
Sebanyak 8.000 personel TNI direncanakan bertugas di wilayah tersebut sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang terdiri atas gabungan negara-negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.
“Mungkin tidak lama, 1–2 bulan lagi,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai KTT BoP Gaza perdana di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Prabowo juga mengungkapkan kemungkinan pengiriman Tim Advance ke Gaza. Tim tersebut akan diberangkatkan dengan jumlah personel terbatas. Tugasnya antara lain melakukan pemetaan wilayah serta mengkaji potensi risiko sebelum pasukan TNI menjalankan misi bersama Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
Ia juga menyampaikan kembali Indonesia dipercaya sebagai Wakil Komandan ISF.
“Mereka minta kita jadi deputy commander,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo menegaskan Indonesia akan menunjuk perwira terbaik yang nantinya akan mewakili Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF.
“Ya dipilih, ya kita cari yang bagus,” kata Prabowo.
Adapun dalam KTT Board of Peace perdana yang digelar di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC. Prabowo menegaskan kembali kesiapan Indonesia mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bertugas bersama ISF di Gaza, Palestina.
“Gencatan senjata (di Gaza) merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan,” kata Presiden Prabowo saat berbicara dalam KTT Board of Peace.
Sementara itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers, yang berasal dari Angkatan Bersenjata AS, menyatakan proyeksi ke depan ada 20.000 tentara dan 12.000 polisi yang akan bertugas bersama ISF untuk memulihkan situasi pascaperang di Gaza.
Mayjen Jeffers menyebut Rafah, yang berada di wilayah selatan Gaza, dan berbatasan dengan Mesir, akan menjadi tujuan pertama ISF.
Sejauh ini, selain Indonesia, negara-negara lain yang akan mengerahkan tentaranya untuk bertugas bersama ISF, yaitu Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo.
Sementara itu, Mesir dan Maroko juga akan mengerahkan polisinya untuk memberi pelatihan kepada polisi di Gaza, Palestina.
KTT Board of Peace, yang dipimpin oleh Presiden Trump, berlangsung selama kurang lebih 3 jam setelah seluruh perwakilan dari negara anggota, dan tokoh-tokoh kunci dari struktur inti BoP menyampaikan pandangan, serta memaparkan rencana mereka terkait pemulihan dan pembangunan kembali Jalur Gaza, Palestina.





