Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar dolar Amerika Serikat dapat ditekan hingga Rp5.000 per dolar melalui strategi ekonomi nasional.
Target tersebut disampaikan dalam rencana pemerintah yang menyiapkan program hilirisasi enam komoditas pertanian strategis untuk memperkuat ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 5–10 tahun mendatang.
Program hilirisasi dilakukan dengan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan seperti kelapa, sawit, kopi, kakao, cengkeh, dan lada agar memiliki daya saing global. Pemerintah menilai penguatan industri hilir dan ekspor bernilai tinggi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi stabil serta memperkuat posisi rupiah terhadap dolar AS.
“Artinya kalau tumbuh 5,03 persen kita masih bisa berharap bahwa perekonomian kita bisa jaga di akhir tahun. Masih di level 5 sesuai dengan APBN kita,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2024 di Kantor Kemenko Perekonomian.
Melalui hilirisasi, kelapa ditargetkan menghasilkan produk bernilai tambah hingga 25 kali lipat, sawit 20–30 kali lipat, kopi 22 kali lipat, kakao 24 kali lipat, cengkeh 21 kali lipat, dan lada 20 kali lipat dengan perluasan pasar global.
Pemerintah menyebut keberhasilan program membutuhkan sinergi pemerintah, petani, dan pelaku industri serta konsistensi kebijakan jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.





