Home / Politik / Profil Muhamad Mardiono: Pengusaha Tajir, Politisi Senior, Kini Pimpin PPP

Profil Muhamad Mardiono: Pengusaha Tajir, Politisi Senior, Kini Pimpin PPP

Jakarta,REDAKSI17.COM – Inilah profil Muhamad Mardiono yang resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Muktamar X PPP di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Pemilihan dipercepat setelah suasana muktamar sempat ricuh akibat perbedaan dukungan antar kader. Meski diwarnai ketegangan, Mardiono akhirnya didukung mayoritas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia.

Dengan pengalamannya di politik dan dunia usaha, sosoknya diyakini mampu membawa partai berlambang Ka’bah keluar dari bayang-bayang konflik. Artikel ini akan mengulas secara mendalam profil Muhamad Mardiono.

Profil Muhamad Mardiono

Mengutip Kompas.com, Minggu (28/9/2025), Muhamad Mardiono lahir di Yogyakarta pada 11 Juli 1957. Ia dikenal lama berkecimpung di dunia politik, khususnya di tubuh PPP.

Karier politiknya dimulai dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Banten, sebelum naik menjadi Wakil Ketua Umum PPP di era kepemimpinan Muhammad Romahurmuziy. Pada Muktamar IX tahun 2020 di Makassar, Mardiono sempat berniat maju sebagai calon ketua umum. Namun langkah itu ia urungkan, sehingga Suharso Monoarfa akhirnya terpilih secara aklamasi.

Kini, setelah lima tahun, langkah politiknya mencapai puncak. Pada Muktamar X, Mardiono dipilih secara aklamasi menggantikan dirinya sendiri yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Ketua Umum. Dukungan solid mayoritas DPW membuatnya melenggang mulus, meski muktamar sempat diwarnai keributan antara kubu pendukungnya dan kubu Agus Suparmanto.

Kiprah bisnis dan kekayaan

Di luar politik, Mardiono lebih dahulu dikenal sebagai pengusaha sukses. Ia memimpin sejumlah perusahaan besar, di antaranya BCS Group, PT Cipta Niaga Internasional, PT Serang Asri Hotel, PT Bahari Caraka Sarana, hingga PT Amanah Perkasa Nusantara yang bergerak di bidang pengadaan perlengkapan militer. Ia juga memiliki beberapa SPBU dan kawasan industri di Cilegon melalui PT Cipta Niaga Internasional.

Kiprahnya di dunia usaha juga membawanya ke posisi strategis di Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Ia pernah menjabat Ketua Kadin Banten (2002-2007), lalu menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kadin selama dua periode berturut-turut (2007-2017).

Harta kekayaan Mardiono juga tak kalah mencengangkan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke KPK pada Maret 2022, total asetnya mencapai Rp 1,27 triliun.

Mengutip Serambinews, aset itu meliputi 179 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 676,5 miliar, 11 mobil dan 5 motor senilai Rp 7,7 miliar, surat berharga Rp 704 miliar, kas Rp 6,6 miliar, serta harta bergerak lainnya. Ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 149 miliar.

Peran di pemerintahan

Selain aktif di partai dan bisnis, Mardiono juga dipercaya mengemban tugas di pemerintahan. Pada periode kedua Presiden Joko Widodo, ia duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Mardiono mendapat amanah baru sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan. Posisi ini menempatkannya di lingkaran elite nasional, memperkuat pengaruhnya di panggung politik.

Dengan pengalaman panjang di dunia usaha, politik, dan pemerintahan, Mardiono kini menghadapi tantangan baru memimpin PPP. Terpilihnya secara aklamasi di tengah situasi muktamar yang sempat ricuh menunjukkan betapa kuatnya dukungan internal terhadapnya.

Itulah profil Muhamad Mardiono mencerminkan sosok pengusaha sukses sekaligus politisi senior. Muhamad Mardiono diharapkan mampu membawa PPP bangkit kembali sebagai partai Islam berpengaruh di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *