Home / Tokoh Kita / Profil Rudy Hartono

Profil Rudy Hartono

Rudy Hartono merupakan legenda bulu tangkis Indonesia. Salah satu pencapain terbaiknya adalah juara All England delapan kali.

Rekor itu sudah bertahan selama hampir lima dekade sejak 1976. Belum ada tunggal putra yang mampu menyamai atau memecahkannya.

Biodata Rudy Hartono

  • Nama lengkap: Rudy Hartono Kurniawan
  • Nama panggilan: Rudy Hartono
  • Tempat, tanggal lahir: Surabaya, Jawa Timur, 18 Agustus 1949
  • Zodiak: Leo
  • Agama: Kristen
  • Orang tua: –
  • Pasangan: Jane Anwar
  • Anak: 2
  • Berat badan: –
  • Tinggi badan: 182 cm
  • Pendidikan: Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
  • Media sosial: –

Rudy Hartono lahir dua tahun setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 18 Agustus 1949 di Surabaya, Jawa Timur.

Nama lahirnya adalah Nio Hap Liang dan merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Salah satu saudaranya, Utama Dewi, juga pebulu tangkis.

Utami Dewi pernah membela Indonesia dalam tiga edisi Piala Uber dan meraih medali emas pada tahun 1975.

Sementara itu, Rudy menikah dengan wanita bernama Jane Anwar pada 1976 dan memiliki dua anak. Mereka adalah Christopher dan Christine.

Perjalanan Karier Rudy Hartono

Rudy memang gemar olahraga sejak kecil. Masa mudanya dihabiskan dengan menekuni berbagai cabang olahraga seperti atletik, bola voli, dan sepak bola.

Lewat atletik, Rudy Hartono mulai mengenal bulu tangkis dan mulai serius menggeluti olahraga tepok bulu itu saat usianya 11 tahun.

Rudy Hartono awalnya bermain di klub ayahnya, sebelum pindah ke tempat latihan yang lebih besar bernama Klub Rajawali.

Baca Juga:

Profil Tommy Hermawan Lo (Pemilik Dewa United): Kontroversi, Keluarga, hingga Bisnis

Ia menjadi juara nasional pada usia 15 tahun, prestasi yang mengantarkannya ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI pada akhir 1965.

Dari situlah Rudy mulai mengukir berbagai prestasi. Ia termasuk skuad bulu tangkis Indonesia di Piala Thomas 1967.

Sayangnya, Indonesia saat itu dikalahkan Malaysia di final. Rudy membalas kekalahan itu di turnamen individu All England tahun berikutnya.

Debutnya di turnamen bulu tangkis tertua itu sangat mengesankan. Rudy mencapai final dan menjadi juara setelah menang atas Tan Aik Huang (Malaysia).

Bukan cuma juara, Rudy juga memecahkan rekor sebagai pemenang tunggal putra termuda pada usia 18 tahun 7 bulan.

Dominasi Rudy Hartono pun berlanjut selama enam tahun berikutnya. Ia menjadi juara All England beruntun dari 1969 hingga 1974.

Kemenangan berturut-turut itu putus pada 1975 setelah Rudy dikalahkan tunggal putra Denmark, Svend Pri.

Namun, Rudy kembali juara All England 1976 setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia Liem Swie King.

Kemenangan atas Liem Swie King mengukuhkan Rudy sebagai juara tunggal putra All England terbanyak sepanjang sejarah.

Selain All England, Rudy juga meraih berbagai medali emas lainnya, termasuk di Olimpiade Munich 1972 di Jerman.

Sayangnya, medalinya tak tercatat dalam sejarah sebab bulu tangkis masih menjadi cabang olahraga percobaan.

Rudy sempat dipanggil untuk Piala Thomas 1982. Meski usianya saat itu sudah 33 tahun, ia tetap memenuhi panggilan negaranya.

Baca Juga:

Profil Christian Hadinata: Perjalanan Karier, Prestasi, dan Foto Mudanya

Indonesia menjadi runner-up karena kalah dari China dan Rudy akhirnya gantung raket.

Setelah pensiun, Rudy tetap berkecimpung di dunia bulu tangkis.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan PBSI hingga 2006. Rudy juga aktif di PB Jaya Raya, klub yang didirikannya bersama Ciputra.

Prestasi Rudy Hartono

  • Medali emas World Championships: 1980
  • Medali emas Thomas Cup: 1970, 1973, 1976, 1979
  • Medali emas Asian Games: 1970
  • Medali emas Asian Championships: 1971
  • Medali emas World Invitational Championships: 1972
  • Medali perak Thomas Cup: 1967, 1982
  • Medali perunggu Asian Games: 1970 (ganda putra & ganda campuran)
  • Juara All England: 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, 1976
  • Juara Northern Indian: 1968
  • Juara Western Indian: 1968, 1971
  • Juara US Open: 1969
  • Juara Canadian Open: 1969, 1971
  • Juara Singapore Open: 1969
  • Juara Denmark Open: 1971, 1973, 1975
  • Juara Jakarta Open: 1972
  • Juara Japan Open: 1981

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *