Ia kini disebut sebagai salah satu pemain tunggal putri terhebat yang meraih medali emas pertama di Olimpiade untuk Indonesia.
Biodata Susi Susanti
- Nama lengkap: Lucia Francisca Susy Susanti Haditono
- Nama panggilan: Susi Susanti
- Tempat, tanggal lahir: Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971
- Zodiak: Aquarius
- Agama: Kristen
- Orang tua: Risad Haditono dan Purwo Banowati
- Pasangan: Alan Budikusuma
- Anak-anak: Laurencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick
- Berat badan: –
- Tinggi badan: 165 cm
- Media sosial: @susysusantiofficial (Instagram)
- Pendidikan: STIE Perbanas
- Pekerjaan: Atlet
Susi Susanti, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 11 Februari 1971. Putri dari pasangan Risad Haditono dan Purwo Banowati ini diketahui sudah bermain bulu tangkis sejak kecil.
Ayahnya, adalah mantan atlet bulu tangkis yang bercita-cita menjadi juara dunia. Namun mimpi tersebut kandas, karena ia mengalami cedera lutut.
Cita-cita sang ayah kemudian diwariskan kepada Susi. Sejak kecil, ayahnya sudah melatih Susi bermain bulu tangkis, mulai dari latihan memukul, footwork, dan stamina.
Selain dilatih oleh ayahnya, Susi juga berlatih di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya, selama tujuh tahun.
Berkat latihan dan kerja kerasnya itu, Susi yang masih duduk di bangku SMP mulai fokus berkarier di dunia bulu tangkis dan bergabung dengan klub besar Indonesia, PB Jaya Raya dan PB Djarum.
Perjalanan Karier Susi Susanti
Perjalanan karier profesional Susi Susanti dimulai pada tahun 1980-an. Kala itu, Susi sudah masuk ke klub PB Jaya Raya dan diasuh oleh pelatih Liang Ciu Sia.
Dari klub tersebut, Susi mulai bermain di sejumlah kompetisi nasional hingga internasional.
Prestasi pertama yang diraih oleh Susi kala itu adalah gelar juara World Championship Junior 1985.
Tak lama setelah itu, Susi masuk ke level profesional dan tampil di Indonesia Open pada tahun 1989.
Baca Juga:
Profil Peter Harjani, Pendiri PK Entertainment yang Sering Kena Kritik
Dalam pertandingan kala itu, Susi berhasil menjadi juara Indonesia Open dan berhasil terpilih masuk skuad Merah Putih untuk Piala Sudirman 1989.
Di tahun 1990-an, Susi Susanti terus mencetak prestasi yang membanggakan di kompetisi internasional.
Mulai dari gelar All England 1990-1991, medali emas Olimpiade 1992 medali perunggu di Olimpiade Musim Panas 1996, dan masih banyak lainnya.
Setelah meraih medali emas Olimpiade, Susi Susanti dan Alan Busikusuma, menikah pada 9 Februari 1997.
Satu tahun setelah menikah, Susi Susanti dinyatakan hamil, sehingga ia memutuskan pensiun dini di usia 26 tahun.
Acara pelepasannya berlangsung di Istora Senayan pada 30 Oktober 1999. Dalam acara tersebut, PBSI memberikan hadian berupa emas seberat 25 gram.
Prestasi dan Penghargaan Susi Susanti
Berikut adalah kumpulan prestasi dan penghargaan yang diraih oleh Susi Susanti selama berkarier di dunia bulu tangkis:
Prestasi
- 1988 medali perunggu di Kejuaraan Asia
- 1989, medali perak di All England
- 1989, medali perak di Piala Dunia
- 1990, medali emas di All England
- 1990, medali perunggu di Asian Games
- 1990, medali perak di Piala Dunia
- 1991, medali emas di All England
- 1991, medali perunggu di Piala Dunia
- 1991, medali perunggu di Kejuaraan Dunia IBF
- 1992, medali emas di Olimpiade 1992
- 1993, medali emas di All England
- 1993, medali emas di Piala Dunia
- 1993, medali emas di Kejuaraan Dunia IBF
- 1994, medali emas di All England
- 1994, medali perunggu di Asian Games
- 1994, medali emas di Piala Dunia
- 1995, medali perunggu di Kejuaraan Dunia IBF
- 1995, medali perak di Piala Dunia
- 1996, medali emas di Piala Dunia
- 1996, medali perunggu di Olimpiade 1996
- 1997, medali emas di Piala Dunia
Penghargaan
- 1992, Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama
- 2004, The Badminton Hall of Fame
Gaji, Bisnis, dan Kekayaan Susi Susanti
Tidak ada informasi mengenai berapa besaran gaji yang diterima oleh Susi Susanti saat berkarier di masa muda atau total kekayaan yang dimilikinya saat ini.
Baca Juga:
Punya Harta Rp7 Triliun, Ini Profil Harry Sanusi Pendiri Kino Indonesia
Namun setelah ia memutuskan menjadi ibu rumah tangga, ia dan suaminya membangun bisnis apparel bulu tangkis bernama Astec dan sport massage center bernama Fontana.
Susi Susanti juga mendapat tunjangan hari tua (THT) sebesar Rp20 juta per bulan dari Menteri Pemuda dan Olahraga karena meraih medali emas di Olimpiade 1992.
Selain dari bisnis dan THT, Susi Susanti juga sering mendapat tawaran untuk menjadi bintang iklan di beberapa produk ternama.
Fakta-Fakta Menarik Susi Susanti
Berikut adalah kumpulan fakta-fakta menarik tentang Susi Susanti yang perlu diketahui:
- Mendapat julukan sebagai atlet tunggal putri terbaik di Indonesia.
- Salah satu atlet Indonesia yang mendapat penghargaan Hall of Fame dari Badminton World Federation (BWF) pada 2004.
- Susi Susanti dan suaminya, Alan Budikusuma, dikenal sebagai “pasangan emas”, karena sama-sama meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992.
- Meski pernah mendapat medali emas di Olimpiade, ternyata Susi Susanti belum pernah mendapatkan medali emas di kejuaraan Asian Games.
- Pemain yang suka melakukan reli panjang untuk melemahkan stamina lawan.
- Kisah Susi Susanti dibuat menjadi film biopik bertajuk Susi Susanti: Love All (2019), disutradarai oleh Sim F.
- Pesta pernikahan Susi dan Alan yang digelar di Ballroom Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, disebut mencapai Rp1 miliar rupiah.





