Home / Olahraga / PSG Vs Chelsea: Blunder Rosenior Mainkan Jorgensen Jadi Petaka The Blues

PSG Vs Chelsea: Blunder Rosenior Mainkan Jorgensen Jadi Petaka The Blues

Momen Filip Jorgensen menatap gawang Chelsea dibobol PSG lewat aksi Bradley Barcola di leg pertama 16 besar Liga Champions. (Foto: Federico Pestellini/Eurasia Sport Images/Getty Images)

Paris,REDAKSI17.COM – Chelsea digilas Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Liam Rosenior disorot karena memainkan kiper Filip Jorgensen.
PSG menghajar Chelsea 5-2 di Parc des Princes, Paris, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Sempat bermain apik dan mengimbangi tuan rumah 2-2, The Blues keok di 15 menit akhir.

Pemicunya adalah blunder Jorgensen. Kiper berusia 23 tahun itu bikin blunder untuk gol ketiga PSG. Operannya dipotong Bradley Barcola, dan diselesaikan Vitinha menjadi gol dengan sontekan chip.

Usai gol itu, Chelsea kembali bobol lewat brace Kvaratskhelia. Gol kelima dinilai jadi kesalahan Jorgensen, sebab ia gagal menepis tendangan Kvaratskhelia dengan baik, dan bolanya tetap masuk ke gawang.

Keputusan Liam Rosenior memainkan Filip Jorgensen, yang cuma bikin 3 saves dan sekali blunder, akhirnya disorot. Meski sang kiper sempat tampil apik saat Chelsea mengalahkan Aston Villa pekan lalu, menjadikannya starter ketimbang Robert Sanchez dipertanyakan.

Sebelumnya Jorgensen memang cuma jadi kiper pelapis Chelsea. Ia baru tampil 9 kali, dengan cuma beberapa kali menggantikan Sanchez, yang bermain di 38 laga sebelumnya.

Sanchez juga punya pengalaman bagus melawan PSG. Di Piala Dunia Antarklub tahun lalu, ia tampil gemilang menjaga gawangnya tetap aman saat Chelsea menang 3-0 dan akhirnya juara.

Usai laga, Rosenior pasang badan buat Jorgensen. ia menjelaskan alasannya memainkan kiper mudanya, alih-alih tetap percaya ke Robert Sanchez yang berpengalaman.

“Pemain membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama membuat kesalahan. Dan itu bagian dari sepakbola,” katanya.

“Mereka memiliki kualitas yang berbeda. Rob luar biasa dalam mengantisipasi umpan silang dan menghentikan tembakan. Saya berusaha untuk menang dalam jangka pendek dan juga dalam jangka panjang. Filip memiliki kualitas yang berbeda dan salah satu kualitasnya, yang dia tunjukkan melawan Aston Villa.”

“Salah satu alasan kami menang 4-1 di Aston Villa, kami sangat tenang dalam menguasai bola, yang sebelumnya tidak kami lakukan, tidak hanya pada Rob tapi juga seluruh tim. Bermain melawan tim yang menekan tinggi, jika kami tetap tenang dan melewati tekanan di fase awal, kita bisa menimbulkan banyak masalah, yang kami bisa lakukan.”

“Sangat menyakitkan kami membuat kesalahan pada saat itu, membuat skor menjadi 3-2. Sekarang kami berada dalam posisi yang sangat, sangat sulit dalam pertandingan ini dengan hasil akhir,” ungkapnya.

Kekalahan dari Paris Saint-Germain membuat Chelsea berat untuk melaju ke perempatfinal. Sebab, mereka wajib menang dengan selisih empat gol, atau minimal tiga gol untuk memaksakan babak tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *