Jakarta,REDAKSI17.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat tren net foreign sell atau aksi jual bersih investor asing puluhan triliun dalam perdagangan sebulan terakhir. Aksi jual bersih ini terjadi seiring melemahnya indeks saham RI pada periode yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 23,34 triliun dalam sebulan. Sementara IHSG, melemah lebih dari 14% sepanjang perdagangan sebulan terakhir.
“IHSG pada akhir Maret tercatat ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi sebesar 14,42% month-to-month. Namun, di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan juga likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap dapat dijaga dengan baik. Investor asing tercatat membukukan net sale di pasar saham senilai 23,34 triliun rupiah month-to-month,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK secara virtual, Senin (6/4/2026).
Hasan menjelaskan, lonjakan tren net foreign sell terjadi akibat transaksi di pasar negosiasi terhadap sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kemudian untuk pasar obligasi, Hasan menyebut Indonesia Composite Bond Index (ICBI) juga terkoreksi 2,03% ke level 433,16.
“Ini tercatat terkoreksi sebesar 2,03% month-to-month atau 1,74% year to date,” jelasnya.
Kemudian untuk Surat Berharga Negara (SBN), OJK juga mencatat aksi jual bersih yang dilakukan investor non-resident hingga Rp 21,80 triliun secara bulanan. Aksi jual bersih ini terjadi imbas meningkatnya ketidakpastian global.
“Seiring peningkatan persepsi risiko akibat terjadinya ketidakpastian global, investor non-resident membukukan net sale di pasar SBN sebesar Rp 21,80 triliun month-to-month,” pungkasnya.





