Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa buka suara soal dampak suntikan Rp 200 triliun ke Bank BUMN. Menurutnya, dana tersebut kini sudah mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
Dampak dari suntikan Rp 200 triliun itu terlihat dari pertumbuhan uang primer yang mencapai 14,2% di tengah masyarakat. Dia mengatakan hal ini dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Purbaya melaporkan hal ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
“Seperti waktu dulu kan saya inject uang Rp 200 triliun dan lebih, nah sekarang uangnya masih di sana, saya jaga di sana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Uang base money, uang primer, di bulan Februari itu tumbuh 14,2%, Pak. Jadi ini udah cukup memberi, meminyaki pertumbuhan ekonomi,” terang Purbaya dalam paparannya.
Pertumbuhan uang primer sudah diikuti juga dengan laju pertumbuhan kredit di perbankan yang tumbuh hingga 10% di bulan Januari. Dia meyakini pertumbuhannya akan makin masif pada data bulan Februari.
Di sisi lain, dana pihak ketiga di perbankan juga tumbuh 13,5%. Menurutnya, ini adalah angka-angka yang cukup sehat untuk mengukur perkembangan perekonomian yang baik.
“Kita lihat kredit di bulan Januari udah tumbuh 10%, saya yakin angka bulan Februari akan lebih cepat lagi. DPK juga tumbuh 13,5%. Ini semua angka yang cukup sehat Pak,” ujar Purbaya.




