Jakarta,REDAKSI17.COM – Pernyataan tegas baru saja dikeluarkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudi Sadewa, merespons memanasnya suhu geopolitik dan ancaman lonjakan harga minyak dunia akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Menkeu menyoroti bahwa dampak ekonomi dari perang ini justru akan memberikan tekanan yang sangat mematikan bagi pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.
Saat ini saja, harga minyak global yang menyentuh level US$100 per barel (naik nyaris 100 persen) sudah memicu gelombang kemarahan dari warga Amerika Serikat akibat naiknya biaya hidup.
Menurut Purbaya, jika harga minyak sampai meroket hingga US$150 per barel, Trump akan semakin kelabakan.
Tekanan domestik yang luar biasa dipastikan akan memaksa Trump untuk segera meredakan situasi perang, atau ia harus bersiap menghadapi kejatuhan politiknya.
Di tengah proyeksi krisis global tersebut, Menkeu memberikan jaminan kuat terkait kondisi di dalam negeri.
Jika harga minyak meroket, Menkeu menegaskan bahwa Amerika Serikat-lah yang akan hancur duluan, bukan Indonesia.
Hal ini karena pemerintah RI memiliki instrumen untuk “menjaga” stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat agar tidak terdampak langsung oleh harga pasar global.
Purbaya juga tidak segan-segan menyentil sejumlah pakar ekonom yang gemar menyebar narasi pesimistis bahwa Indonesia berpotensi masuk ke jurang resesi.
Beliau menilai narasi resesi dari para ekonom tersebut terlalu berlebihan dan hanya menciptakan ketakutan massal yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Beliau memberikan logika yang cukup menohok: “Kalau harga minyak US$200 per barel, semua dunia resesi. Tenang saja, enggak usah pusing.”
Intinya, jika skenario terburuk (harga minyak US$200) terjadi, seluruh dunia dipastikan akan kolaps bersama-sama, jadi tidak ada gunanya panik berlebihan dari sekarang.
Pesan utama dari Menkeu Purbaya sangat jelas, yakni masyarakat diminta untuk tidak mudah termakan sentimen negatif tak berdasar.
Di saat warga negara adidaya sedang pusing menghadapi lonjakan harga BBM, warga Indonesia diimbau untuk tetap santai dan mempercayakan sabuk pengaman ekonomi kepada pemerintah yang terus menjaga stabilitas harga di dalam negeri.




