Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada pihak internal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebarkan isu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan habis dalam 2 minggu jika bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak naik.
Sebagai Bendahara Negara yang tahu betul kondisi APBN, Purbaya heran bisa beredar isu seperti itu.
“Kalau BBM tidak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang yang bilang katanya uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).
“Bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari Kementerian Keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung,” sambungnya
Purbaya menyebut pihaknya sudah menghitung berbagai kemungkinan gejolak harga minyak mentah dunia hingga US$ 100 per barel rata-rata sampai akhir tahun. Dengan harga tersebut, APBN dipastikan masih aman dengan defisit sekitar 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB).
“Dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92% dari PDB. Jadi sepanjang tahun ini dengan harga (minyak) rata-rata US$ 100, aman,” tegas Purbaya.
Di tengah kenaikan harga minyak dunia, Purbaya menegaskan BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir 2026. Meski harga minyak rata-rata US$ 80-100 per barel, negara siap untuk menahan harganya.
“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata-rata US$ 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung,” ucap Purbaya.
“Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” tambahnya.





