UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setiap Jumat wage mengadakan kegiatan bersih-bersih sekolah Reresik Sekolah yang dicanangkan sejak tahun lalu. Gerakan Reresik Sekolah pada Jumat (6/2/2026) akan diadakan bersamaan dengan Gelar Pelajar dan Pemuda yang dipusatkan di SMP Negeri 6 Yogya. Gerakan Reresik itu juga sejalan dan mendukung implementasi Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Yogyakarta Hasyim menegaskan pidato Presiden Prabowo Subianto dalan Rakornas dengan kepala daerah salah satunya adalah Gerakan Indonesia ASRI. “Pemkot Yogyakarta khususnya di satuan pendidikan, Disdikpora Kota Yogyakarta sudah menindaklanjuti sebagai implementasi Gerakan Indonesia ASRI yaitu Gerakan Reresik Sekolah,” kata Hasyim saat jumpa pers terkait Reresik Sekolah, Kamis (5/2/2026).

Dia menyatakan Gerakan Reresik Sekolah ini sudah dicanangkan pada 2025 tiap Jumat Wage diadakan kegiatan bersih sekolah Reresik Sekolah. Gerakan Reresik Sekolah itu sasarannya di sekolah seperti kelas, halaman, taman, kamar mandi, lab, perpustakaan, dan sebagainya. Kemudian nanti meluas sampai dengan lingkungan sekolah seperti jalan-jalan di dekat sekolah itu yang radiusnya minimal 50 meter sampai dengan 200 meter.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Yogyakarta Hasyim saat jumpa pers terkait kegiatan Reresik Sekolah.

“Gerakan itu (Reresik Sekolah) besok dilaksanakan pukul tujuh secara serentak mulai dari TK, SD, SMP. Mudah-mudahan yang SMA, SMK, termasuk MA juga ikut karena SMA, SMK ini wilayah pembinaannya ada di bawah Provinsi DIY. Kami memang sudah mengirimkan surat ke dinas terkait supaya sama-sama untuk melakukan kerja bakti ini,” terangnya.

Hasyim menuturkan Disdikpora Kota Yogyakarta juga menggelar Lomba Kebersihan Sekolah mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, di tingkat SMA/MA. Penilaian lomba itu dilakukan serentak sampai 16 Februari 2026. Tim Juri dari berbagai komponen misalnya dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup akan datang ke sekolah untuk menilai kondisi sekolah. Lomba kebersihan sekolah itu bertujuan untuk menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan dan mewujudkan sekolah bersih, sehat, indah dan nyaman.

“Harapannya bisa menilai secara komprehensif kondisi di sekolah sehingga nanti sekolah yang memang menjadi juara itu betul-betul bisa menjadi contoh bagi sekolah lain. Harapannya ke depan mereka bisa berbagi praktik baik untuk sekolah-sekolah lain karena lomba ini hanya sebagai akselerasi untuk menciptakan Yogyakarta yang asri,” tambahnya.

Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno memberikan penjelasan terkait kegiatan Reresik Sekolah yang berkolaborasi dengan Gelar Pelajar dan Pemuda.

Sementara itu Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno mengatakan menerjemahkan arahan Gerakan Indonesia ASRI itu dengan Gerakan Reresik Sekolah yang selama ini sudah menjadi kegiatan rutin. Dengan pencanangan Gerakan Indonesia ASRI, Disdikpora Kota Yogyakarta semakin menguatkan Gerakan Reresik Sekolah. Salah satunya giat Reresik Sekolah pada Jumat (6/2/2026) akan melibatkan 9 sekolah di kawasan simpang empat Jetis. Setelah bersih-bersih akan dilanjutkan dengan panggung ekspresi pelajar di semua jenjang pendidikan di area Jetis.

“Kita bersama-sama bergerak melibatkan seluruh komponen pelajar di area Jetis Kota Yogya. Ada sekitar lima ratusan pelajar yang nanti ikut serta membersihkan area publik di pinggir jalan. Kemudian sisanya membersihkan di kompleks sekolahnya masing-masing. Muaranya ini menjadi program kegiatan pendidikan karakter bagi pelajar di Kota Yogyakarta, khususnya di aspek habituasi pelajar peduli terhadap lingkungan. Ke depannya harapan kami budaya bersih menjadi budaya pelajar, menjadi budaya Kota Yogyakarta,” tandas Mugi.