Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi besar pada sektor pendidikan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga digitalisasi pembelajaran secara nasional. (Antara/Hafidz Mubarak A)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi besar pada sektor pendidikan, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga digitalisasi pembelajaran secara nasional.
Dalam program tersebut, pemerintah mendorong transformasi sistem pembelajaran berbasis teknologi. Hingga kini, lebih dari 288.000 unit papan pintar interaktif (interactive flat panel) telah didistribusikan ke berbagai sekolah, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Perangkat tersebut dilengkapi dengan perangkat lunak berisi materi pembelajaran lengkap sesuai silabus. Teknologi tersebut diharapkan memudahkan siswa memahami pelajaran secara interaktif dan fleksibel.
“Pada tiap perangkat sudah ada software berisi hampir semua materi pelajaran. Jadi bisa digunakan untuk pengulangan atau pendalaman materi,” jelas Prabowo, Sabtu (21/3/2026).
Pemerintah juga menyiapkan sistem pengajaran terpusat untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru antardaerah. Nantinya, guru-guru terbaik akan mengajar dari studio dan dapat diakses oleh sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
“Sekolah yang tidak punya guru matematika atau bahasa Inggris tetap bisa mendapatkan pelajaran melalui sistem ini. Kita juga bisa memantau proses belajar di kelas,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan renovasi hingga 300.000 sekolah dalam 5 tahun ke depan. Prabowo menyebut capaian renovasi akan terus ditingkatkan setiap tahun. “Tahun lalu kita hanya mampu 17.000 sekolah. Tahun ini 70.000 sekolah, tahun depan saya ingin naik 90.000 sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300.000 sekolah,” ujarnya.
Prabowo menegaskan reformasi pendidikan ini merupakan bagian dari strategi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi global. “Ini lompatan besar dalam pembangunan human capital kita,” tegasnya.
Menurutnya, sektor pendidikan menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.





