Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (13/2) ditutup melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,64% ke level 8.212,27, di tengah derasnya aksi jual investor asing yang membukukan jual bersih sekitar Rp2,20 triliun di pasar reguler dan Rp 2,03 triliun secara keseluruhan.
Di tengah tekanan tersebut, saham-saham energi seperti BUMI, DEWA, dan ENRG justru mencatat penguatan dan menjadi penopang indeks. Sebaliknya, tekanan datang dari saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, TLKM, dan BREN.
Secara sektoral, tujuh dari 11 sektor berakhir di zona merah, dengan sektor infrastruktur mengalami pelemahan paling dalam, sementara sektor transportasi menjadi yang paling kuat. Meski demikian, tekanan di pasar domestik masih terasa setelah indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia kembali melemah pada perdagangan semalam.
Dari sisi kebijakan indeks, S&P Dow Jones Indices memastikan tetap menjalankan rebalancing kuartalan saham Indonesia pada Maret sesuai metodologi yang berlaku. S&P juga menyampaikan akan terus mencermati perkembangan transparansi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.
Sikap ini dinilai lebih akomodatif dibandingkan FTSE Russell. Keputusan tersebut disebut tidak lepas dari langkah regulator dan pemerintah yang dinilai responsif terhadap sejumlah catatan dari MSCI, termasuk rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15% serta perbaikan keterbukaan informasi kepemilikan saham. Dalam jangka pendek, keputusan S&P ini berpotensi memberikan sentimen tambahan bagi pergerakan IHSG.
Kabar Emiten
Dian Swastatika Sentosa (DSSA)
DSSA mengumumkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Maret. Agenda utama rapat tersebut adalah permohonan persetujuan atas rencana pemecahan saham dengan rasio 1:25.
Jika disetujui, jumlah saham beredar diperkirakan meningkat signifikan dari sekitar 7,70 miliar menjadi 192,63 miliar lembar, tanpa mengubah nilai ekonomi maupun hak pemegang saham.
DSSA menjadwalkan akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama pada 6 April, sementara perdagangan saham dengan nominal baru direncanakan mulai 7 April.
Rekomendasi Saham Hari Ini
ERAA – Buy 432-436 | TP 446-452 | SL 412
ERAA
Transaksi di sini
Powered by
IATA – Buy 81-83 | TP 86-89 | SL 77
IATA
Transaksi di sini
Powered by
PADI – Buy 124-127 | TP 132-137 | SL 118
PADI
Transaksi di sini
Powered by
RMKE – Buy 4320-4360 | TP 4460-4660 | SL 4120
RMKE
Transaksi di sini
Powered by
DEWA – Buy 605-615 | TP 635-670 | SL 575
DEWA
Transaksi di sini
Powered by
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.





