Home / Nasional / Resmikan Pesantren Darul Azhar, Muhaimin Dorong Santri Jadi Pengusaha dan Ahli AI

Resmikan Pesantren Darul Azhar, Muhaimin Dorong Santri Jadi Pengusaha dan Ahli AI

Standard Post

Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menghadiri peresmian Pesantren Modern Darul Azhar di Rangkasbitung, Banten, yang dibangun dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Kuwait melalui International Islamic Charity Organization (IICO).

Dalam sambutannya, Menko Muhaimin menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi kepada IICO serta para donatur dari Kuwait yang selama ini konsisten membantu pesantren-pesantren di Indonesia, khususnya Darul Azhar.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada IICO dan seluruh mukhlisin dari Kuwait. Semoga seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga serta generasi penerusnya,” ujar Muhaimin, di Lebak, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia juga berseloroh namun penuh makna dengan mendoakan agar para santri kelak menjadi orang-orang sukses dan berkecukupan.

“Kita doakan santri-santri di sini jadi orang kaya. Kalau sudah kaya, bisa bantu saudara-saudara yang belum beruntung,” katanya disambut antusias hadirin.

Muhaimin menegaskan bahwa pesantren merupakan pilar utama dalam sejarah dan pembangunan bangsa. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah berperan mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter, akhlak, kemandirian, serta ketangguhan generasi muda.

Menurutnya, hingga hari ini pesantren tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan.

“Dengan keterbatasan pemerintah, pesantren hadir membantu umat. Karena itu negara patut berterima kasih dan menjadikan pesantren sebagai ujung tombak pembangunan manusia Indonesia,” tegasnya.

Muhaimin mengaku bangga dengan konsep pendidikan di Pesantren Modern Darul Azhar yang memadukan pendalaman agama, ilmu pengetahuan, keterampilan, hingga fasilitas olahraga yang memadai.“Biasanya pesantren ilmunya dalam tapi kurang sehat. Ini lengkap, sehat. Insyaallah kolam renangnya nanti saya bantu supaya makin bagus,” ujarnya.

Dalam konteks tantangan global, Muhaimin menekankan pentingnya transformasi pesantren di era kemajuan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).

“Pesantren harus melahirkan pasukan-pasukan AI, pasukan Islam yang mampu mewarnai peradaban dunia, mensyiarkan nilai-nilai Islam secara tangguh dan canggih,” katanya.

Ia juga menyoroti peran pesantren dalam pengentasan kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan ekstrem nasional masih di atas 2 juta jiwa, sementara kemiskinan secara umum mencapai sekitar 27 juta orang.

“Pesantren telah terbukti menjadi partner pemerintah. Banyak santri yang bisa sekolah gratis atau dengan biaya murah, dan itu kontribusi nyata pesantren bagi bangsa,” jelasnya.

Muhaimin menegaskan tiga agenda utama penguatan pesantren ke depan, yaitu menjadikan pesantren sebagai institusi pendidikan paling aman, layak, dan sehat, memperkuat literasi digital dan sains terapan, dan mendorong kemandirian ekonomi dan kewirausahaan santri.

“Saya ingin santri tidak hanya alim dan berakhlak, tapi juga mandiri, bahkan kaya, agar bisa membantu sesama,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Muhaimin kembali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kuwait dan IICO yang disebut telah mengucurkan bantuan hingga puluhan miliar rupiah untuk Pesantren Darul Azhar, serta mendorong agar kerja sama Indonesia–Kuwait terus diperkuat.

“Semoga pesantren-pesantren kita terus tumbuh dan menjadi kekuatan membangun Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *