Jakarta,REDAKSI17.COM – Rakyat sekarang sudah Cerdas Mana Fakta mana Rekayasa.
Logika bicara: Kepalsuan memang selalu bersembunyi dari Realita dan Kebenaran akan muncul di di akhir cerita.
Pakar telematika, Roy Suryo, menanggapi isu aliran dana miliaran rupiah dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo. Ia menyebut isu tersebut berasal dari kanal YouTube dan kini sudah tidak aktif.
Dalam program Interupsi di iNews TV, Roy menjelaskan bahwa kabar aliran dana awalnya disampaikan oleh sosok bernama Rismon.
“Kan sudah jelas nih saya bawa gambarnya nih. Kan kemudian ada si Omon (Rismon) itu yang pertama kali disebut-sebut dia yang menyebutkan ada Rp lima puluh miliar. Bahkan sempat katanya naik jadi lima puluh lima. Terus turun sekarang menjadi hanya lima,” ujarnya.
Roy juga menyebut kanal YouTube yang menyebarkan isu tersebut telah berhenti beroperasi setelah dilaporkan.
“YouTube yang mengedarkan itu, yang sudah beberapa hari lalu mengedarkan heboh itu, hoax itu, dan saya udah strike itu, ya alhamdulillahnya sudah dua hari ini mati YouTube-nya,” katanya.
“Semoga diikuti oleh ceboker-ceboker atau YouTube-YouTube yang lain yang suka menyebarkan hoax itu,” imbuhnya.
Ia kemudian menantang Rismon, yang disebut telah mendapatkan restorative justice, untuk membuktikan langsung kebenaran isu tersebut.
“Sekarang pastikan kalau memang betul dia pernah atau mendengar itu, ya sekarang kan katanya kan sudah akrab nih dengan para termul. Sampaikan dari mulut dia sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa membantah keras isu tersebut. Ia menegaskan tidak menerima dana apa pun terkait isu ijazah tersebut.
Baginya, tudingan menerima Rp lima puluh miliar merupakan fitnah, dan ia mengaku tidak memiliki pihak pendana atau “bohir” dalam menyuarakan isu tersebut.
Dilangsir dari : Suaradotcom





