Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Kolegium Kedokteran Nuklir Indonesia menunjuk RSUP Dr. Sardjito untuk menjadi role model pengembangan kedokteran nuklir di Indonesia. Untuk itu, Kolegium Kedokteran Nuklir Indonesia bersama RSUP Dr. Sardjito bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks kepatihan, Yogyakarta pada Jumat (09/01) untuk meminta doa restu dan masukan.
“Kunjungan kami menemui Ngarsa Dalem ialah ingin mendapatkan doa restu bagi program kami untuk pengembangan pelayanan kedokteran nuklir di RSUP Dr. Sardjito. Selain itu, kami juga akan melakukan pengembangan pelayanan pendidikan spesialis program studi kedokteran nuklir yang juga di RSUP Dr. Sardjito,” ungkap Ketua Kolegium Kedokteran Nuklir Indonesia, Dr. dr. Budi Darmawan, SpKNTM, Subsp. Onk. (K) usai pertemuan.
Budi mengungkapkan, program pengembangan kedokteran nuklir di Indonesia merupakan amanat pemerintah pusat dan Presiden RI melalui UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Pada UU tersebut telah jelas tercantum amanat untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui pengembangan pendidikan kedokteran nuklir.
“Dan pilihan kami untuk role modelnya memang pada RSUP Dr. Sardjito. Kami ingin memperkuat upaya pengembangan ini dari sarana prasarana dan alat kesehatannya juga. Selain itu, kami juga berupaya melakukan peningkatan kualitas SDM-nya, maupun dari sisi pendanaan. Pesan beliau (Sri Sultan) tadi bahwa kami harus selalu disiplin menjalankan program ini,” paparnya.
Budi mengatakan, keberadaan kedokteran nuklir di DIY atau di RSUP Dr. Sardjito khususnya, sebenarnya sudah ada sejak tahun 1967. Hal ini juga sudah ditunjang dengan adanya reaktor ‘Kartini’ di BATAN. Dan kali ini, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dari kedokteran nukril, maka program pengembangan ini dilakukan di RSUP Dr. Sardjito.
“Program ini diharapkan tahun 2027 nanti sudah bisa berjalan dengan sukses. Mohon dukungannya supaya rencana kami ini bisa terlaksana dengan baik,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. Sardjito, drg. Nusati Ikawahju, M.Kes., mengatakan, sebagai rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI yang berada di DIY, tentunya selain pelayanan RSUP Dr. Sardjito juga berupaya meningkatkan kualitas dari sisi pendidikannya. Jadi rencananya sejak tahun 2026 ini, akan dibuka pendidikan untuk spesialis kedokteran nuklir di RSUP Dr. Sardjito.
“Jika biasanya program spesialis akan berbasis pada perguruan tinggi, kali ini pengembangan pendidikan untuk spesialis kedokteran nuklir akan berbasis rumah sakit. Insya Allah RSUP Dr. Sardjito sudah siap dengan SDM, sarana prasarana, maupun kasus-kasus pasiennya, mulai dari kasus kanker, jantung, maupun uronefro,” paparnya.
HUMAS DIY





