MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Pagi ini, Minggu (6/2), Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi DPRD Kota Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta, OPD pendamping Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan serta Forkopimtren turun langsung ke lapangan untuk mendatangi dan memberikan bantuan kepada warga penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kemantren Mantrijeron dan Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Bantuan pertama diberikan kepada Maryadi, warga Dukuh MJ I/1342 RT 070 RW 015 Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron. Lokasi kedua bantuan diberikan untuk Budi Santoso yang beralamat di Keparakan Lor MG I/887 RT 035 RW 08 Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan.

Masing-masing penerima bantuan mendapatkan dana bedah rumah dari BAZNAS Kota Yogyakarta sebesar Rp20 juta. Selain itu, bantuan tambahan juga disalurkan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni bantuan pribadi dari Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo sebesar Rp2,5 juta, Dinas Pariwisata Rp2,5 juta, Dinas Pendidikan Rp2,5 juta, serta PDAM sebesar Rp2,5 juta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi DPRD Kota Yogyakarta, BAZNAS Kota Yogyakarta, OPD pendamping Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan serta Forkopimtren saat memberikan bantuan RTLH pada Minggu, (6/2).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, program bedah rumah ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang terus ia dorong di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. “Kita ini harus bergotong royong. Semua OPD saya ajak untuk membangun RTLH di Kota Yogyakarta. Walaupun jumlahnya tidak banyak, setidaknya bisa membantu sedikit demi sedikit,” jelas Hasto.

Selain itu, Hasto juga mengajak masyarakat untuk terus membantu sesama serta menyampaikan dukungan terhadap program Presiden RI Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program tersebut nantinya akan diterapkan di Kota Yogyakarta melalui aksi bersih-bersih lingkungan, mulai dari jalan, trotoar, drainase, hingga ruang-ruang publik.

Hasto saat secara simbolis menurunkan asbes tanda dimulainya bedah rumah.

“Selain itu, Dengan mengikuti program Presiden RI Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI, diharapkan Kota Yogyakarta semakin bersih, asri, dan sehat,” imbuhnya.

Berikut versi berita yang sudah dirapikan dan lebih enak dibaca, tanpa mengubah isi pokoknya:

Saat mendatangi rumah milik Maryadi dan Budi Santoso, Hasto mendapati kondisi hunian keduanya sangat memprihatinkan. Rumah milik Maryadi dinilai tidak layak huni karena dipenuhi banyak barang serta masih menggunakan atap berbahan asbes yang berisiko menimbulkan penyakit paru-paru.

“Asbes tidak sehat karena debu-debunya dapat menyebabkan asbestosis dan mengganggu kesehatan paru-paru. Sesuai arahan Pak Prabowo, atap asbes akan diturunkan dan diganti dengan genteng,”imbuhnya.

Sementara itu, rumah milik Budi Santoso juga berada dalam kondisi kurang layak. Atap rumah tampak berlubang karena genteng yang sudah tidak rapat, serta lantai rumah yang belum dilapisi keramik.

Saat ditemui, salah satu penerima bantuan, Budi Santoso mengungkapkan, rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia menjelaskan bahwa kondisi rumahnya sebelumnya sudah tidak layak huni.

“Kalau untuk rumahnya, atap sama bagian bawah itu kalau hujan rembes, keluar air. Terus rumahnya juga kurang tinggi, istilahnya terlalu pendek,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui program bedah rumah tersebut, tempat tinggalnya dapat menjadi lebih layak untuk ditinggali bersama istri dan cucunya. Saat ini, Budi mengaku masih menumpang tinggal di rumah saudara karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk dihuni dengan nyaman. “Harapan saya cuma supaya cucu sama istri saya bisa tinggal di rumah yang layak, enggak seperti ini lagi,” imbuhnya.