Home / Ekonomi dan Bisnis / Rupiah Semakin Tertekan

Rupiah Semakin Tertekan

 

Jakarta,REDAKSI17.COM – Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/4/2026), turun sekitar 0,42 persen di pasar spot.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan respons singkat namun tegas. Ia menekankan bahwa pelemahan ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi pada berbagai mata uang dunia.

“Itu bukan hanya rupiah, berbagai currency lain kan demikian,” ujarnya di Istana, Jakarta.

Di balik tekanan ini, faktor global kembali menjadi sorotan. Analis menilai gejolak dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi dunia.

Analis pasar, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa investor kini bersiap menghadapi potensi eskalasi konflik, terutama setelah tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, kepada Iran.

Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir memperketat pasokan energi global dan meningkatkan risiko di pasar minyak. Situasi ini berdampak langsung pada pergerakan mata uang, termasuk rupiah.

Upaya diplomasi sejauh ini belum membuahkan hasil. Iran menolak proposal yang didukung Amerika Serikat, dan justru mengajukan syarat lebih berat, mulai dari penghentian konflik permanen hingga pencabutan sanksi.

Di sisi lain, Donald Trump menegaskan bahwa tenggat waktu tersebut bersifat final, bahkan membuka kemungkinan aksi militer terhadap infrastruktur strategis Iran jika negosiasi gagal.

Pelemahan rupiah saat ini bukan sekadar faktor domestik, melainkan bagian dari tekanan global yang lebih luas—mulai dari penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, hingga lonjakan risiko di pasar energi dunia.

Sumber: Kompas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *