Home / Seni dan Budaya / Ruwahan di Petilasan Ki Ageng Panembahan Gedong Karang, Wabup Gunungkidul Dorong Pelestarian Tradisi dan Pengembangan Wisata Religi

Ruwahan di Petilasan Ki Ageng Panembahan Gedong Karang, Wabup Gunungkidul Dorong Pelestarian Tradisi dan Pengembangan Wisata Religi

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menghadiri kegiatan tradisi Ruwahan yang digelar di Petilasan Ki Ageng Panembahan Gedong Karang, Gangsalan Lor, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo, Kamis (5/2/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai religius masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

 

Lurah Nglindur, Mohammad Hanan Amsori, menyampaikan bahwa pelaksanaan Ruwahan tahun ini terasa istimewa karena dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Panewu, serta tokoh masyarakat lainnya.

 

Ia menuturkan, lokasi petilasan tersebut baru saja melalui proses verifikasi sebagai desa wisata yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi di wilayah tersebut.

Menurutnya, kawasan petilasan memiliki potensi wisata yang menjanjikan, salah satunya keberadaan pohon langka yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri. serta mengembangkan kawasan menjadi sentra kebun anggrek yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kalurahan Nglindur dan sekitarnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan tradisi Ruwahan yang dinilai mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan adat istiadat. Ia menegaskan bahwa tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual melalui pembacaan doa-doa Islami, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik pariwisata budaya yang bernilai strategis bagi daerah.

 

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo, beserta pengurus Desa Wisata Nglindur yang telah dengan sungguh-sungguh menjaga dan melestarikan tradisi leluhur.

 

Kegiatan Ruwahan ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai spiritual, kebersamaan, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun,” ujar Joko Parwoto.

 

Ia menambahkan, kehadiran masyarakat di Petilasan Ki Ageng Panembahan Gedong Karang menjadi bukti kuat komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya dan religi masyarakat Gunungkidul. Tradisi tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

 

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kata Joko Parwoto, akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya dan tradisi yang memiliki nilai positif bagi masyarakat. Menurutnya, menjaga tradisi merupakan bagian penting dalam mempertahankan jati diri serta kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan karakter masyarakat.

 

Melalui momentum Ruwahan, masyarakat diajak untuk menyucikan hati, mempererat silaturahmi, serta mendoakan para leluhur dan seluruh warga agar senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan. Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan dan berkembang sebagai agenda budaya sekaligus potensi pengembangan wisata religi di Kabupaten Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *