Kraton,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Safari Tarawih. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Margo Yuwono yang berada di Kampung Langenastran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Selasa (25/2/2025).
Safari Tarawih tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir bersama jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Yogyakarta itu disambut hangat oleh para jamaah masjid tersebut Margo Yuwono. Sejak waktu salat Isya tiba, masyarakat sudah memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah sekaligus bersilaturahmi dengan wali kota dan rombongan. Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan begitu terasa dalam pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah.
Takmir Masjid Margo Yuwono, Sunu Raharjo menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya masjid tersebut sebagai salah satu lokasi Safari Tarawih Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini.
Ia mengaku bangga dan bersyukur karena momentum tersebut menjadi perhatian sekaligus penyemangat bagi pengurus dan jamaah untuk terus memakmurkan masjid.
Sunu juga memaparkan sejarah berdirinya Masjid Margo Yuwono. Ia menjelaskan bahwa masjid tersebut dibangun pada tahun 1943 dan telah mengalami beberapa kali renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan jamaah. Meski demikian, bangunan utama masjid tetap mempertahankan ciri khas arsitektur awalnya.
“Dalam waktu dekat, kami berencana kembali melakukan renovasi, khususnya untuk memperbaiki fasilitas toilet demi meningkatkan kenyamanan para jamaah,” ujarnya.
Sementara itu ditemui usai salat Tarawih, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan rasa senangnya dapat melaksanakan salat Isya dan Tarawih di Masjid Margo Yuwono. Menurutnya, masjid tersebut merupakan salah satu bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Ia menyebut arsitektur masjid dirancang langsung oleh arsitek asal Belanda pada masanya, sehingga memiliki keunikan tersendiri yang patut dilestarikan.
“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bagian dari warisan sejarah Kota Yogyakarta. Karena itu, keberadaannya harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia berpesan kepada pengurus dan remaja masjid agar terus mengembangkan dan merawat masjid dengan baik, sehingga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.
Dengan kekhasan bangunannya, lanjutnya, Masjid Margo Yuwono ini memiliki potensi menjadi magnet wisata religi.
“Lokasinya yang sangat strategis, yakni dekat dengan Alun-Alun Selatan Yogyakarta, menjadi nilai tambah tersendiri,” bebernya.
Menurut Hasto, wisatawan yang berkunjung ke kawasan Alun-Alun Selatan dapat diarahkan untuk singgah ke masjid tersebut, tidak hanya untuk beribadah tetapi juga untuk menikmati nilai sejarah dan arsitekturnya.
“Dengan demikian, aktivitas wisata dan kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.
Di akhir kegiatan Safari Tarawih, Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk mendukung rencana renovasi masjid, khususnya perbaikan fasilitas toilet. Selain itu, bantuan juga datang dari Perumda PDAM Tirtamarta sebesar Rp2 juta.
Dukungan turut diberikan oleh Baznas Kota Yogyakarta, Kementerian Agama Kota Yogyakarta, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta yang menyerahkan satu paket buku untuk menambah koleksi bacaan di lingkungan masjid.



