Home / Nasional / SBY Ingatkan Trump soal Pengalaman Pahit Perang di Masa Lalu: Iran Bukan Irak maupun Afghanistan

SBY Ingatkan Trump soal Pengalaman Pahit Perang di Masa Lalu: Iran Bukan Irak maupun Afghanistan

 

Jakarta,REDAKSI17.COM– Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Amerika Serikat (AS) soal pengalaman pahit di masa lalu.

Pengalaman itu terkait peperangan di Vietnam, Irak, dan Afghanistan.

Melalui akun X pribadinya, SBY menyebut bahwa kemenangan berperang bukan berarti sebuah penaklukan.

Dalam teori perang, AS mungkin menang di Irak, namun bukan berarti Irak telah ditaklukkan sepenuhnya.

Saat perang terjadi, hasilnya adalah yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu.

SBY menyampaikan hal itu menanggapi kekhawatiran dunia soal pecahnya perang AS-Iran.

Ia mengingatkan AS bahwa Iran berbeda dari Irak dan Afghanistan.

“Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan,” tulis SBY di X, JUmat (27/2/2026).

Pesan yang disampaikan SBY tak hanya untuk Trump, namun juga pemimpin negara lain termasuk Ali Khamenei.

SBY sendiri berpandangan bahwa perang AS-Iran bisa terjadi dan bisa juga tidak.

Hal ini menanggapi kekhawatiran bahwa perang besar akan meletus jika perundingan nuklir di Jenewa, Swiss gagal.

“Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei,” sambungnya.

Menurut SBY, semua itu bergantung pada keputusan Trump dan Khamenei.

Keduanya harus menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang dipilih memang akan bisa dimenangkan.

Selain itu, mereka juga perlu mendengar pertimbangan dari para jenderal.

Sebagai orang yang berpengalaman di militer, SBY mengatakan suksesnya sebuah perang ditentukan dari hati dan pikiran para prajurit.

Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik, presiden atau perdana menteri.

Kalimat dari SBY berbunyi “Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *