Home / Daerah / Sederhana namun Khidmat, Ribuan Warga Hadiri Silaturahmi Idulfitri DIY

Sederhana namun Khidmat, Ribuan Warga Hadiri Silaturahmi Idulfitri DIY

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Antusiasme masyarakat dalam agenda Silaturahmi Idulfitri Pemerintah Daerah DIY bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, membludak di Kompleks Kepatihan, Senin (30/03). Meski acara dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB, ribuan warga telah memadati lokasi sejak pukul 07.00 WIB dan rela mengantre di bawah terik matahari.

Warga tampak datang dari berbagai wilayah, bahkan ada rombongan yang menggunakan bus sejak pagi hari. Mereka ingin mendapatkan kesempatan bersalaman langsung dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X dalam suasana yang sederhana namun tetap khidmat.

Untuk memastikan kenyamanan bersama, panitia menerapkan pengaturan antrean yang lebih tertib dengan menyediakan jalur prioritas. Jalur ini diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lansia, serta warga yang membawa balita agar tetap dapat mengikuti prosesi dengan aman dan nyaman.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pimpinan daerah dengan mitra kerja sekaligus masyarakat luas. Ia juga menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi hal yang patut disyukuri setelah beberapa tahun kegiatan ini tidak diselenggarakan.

“Hari ini Sri Sultan bersilaturahmi dengan mitra kerja termasuk juga dengan masyarakat. Antusiasmenya sangat tinggi, diperkirakan antara 5.000 sampai 10.000 orang yang hadir,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan silaturahmi dibatasi hingga pukul 12.00 WIB mengingat adanya agenda lanjutan Gubernur DIY pada siang hari. Meski demikian, panitia tetap berupaya mengakomodasi seluruh masyarakat yang telah masuk dalam antrean.

“Diperkirakan antara lima sampai sepuluh ribu yang datang. Karena pukul 12.00 kita sudah close, mengingat pukul 13.00 Bapak Gubernur ada agenda menerima tamu duta besar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelibatan sekitar 70 gerobak angkringan yang jajanannya dapat dinikmati oleh masyarakat, juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Ada 70-an angkringan. Ini bagian dari ekonomi kerakyatan, sehingga kita butuh kerja sama untuk mendongkrak perekonomian di DIY,” tambahnya.

Salah satu warga asal Papua, Maria Mobuai, mengaku sengaja datang sejak pagi demi mendapatkan kesempatan langka tersebut. Ia mengetahui informasi dari media sosial dan langsung memutuskan untuk hadir agar bisa bertemu langsung dengan Sri Sultan.

“Karena tidak setiap tahun ada, tahun lalu juga tidak ada, jadi tahun ini saya langsung ikut. Datang pagi karena takut tidak kebagian, kapan lagi bisa bertemu Sri Sultan,” ujarnya.

Maria menilai sosok Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pemimpin yang karismatik sekaligus rendah hati. Baginya, kesempatan bertemu langsung dengan pemimpin daerah merupakan pengalaman berharga yang tidak mudah didapatkan.

“Beliau itu bijaksana dan berkarisma. Meskipun posisinya sangat tinggi, tapi saat bertemu masyarakat terasa sangat humble dan peduli,” ungkapnya.

Acara silaturahmi ini turut dihadiri oleh sejumlah anak difabel dari Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, salah satunya Isnu yang hadir bersama orang tuanya. Mereka mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ini dengan tujuan untuk bersilaturahmi sekaligus bertemu langsung dengan Ngarso Dalem.

“Kesini ingin silaturahmi, dan tentu bertemu dengan Ngarso Dalem juga,” ungkap orang tua Isnu.

Senada, Guru SLB Negeri 1 Yogyakarta, Sunarti, menyampaikan bahwa pihaknya membawa lima siswa berkebutuhan khusus yang terdiri dari empat murid SD dan satu murid SMP. Para siswa tersebut didampingi orang tua masing-masing agar dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman sekaligus merasakan suasana syawalan secara langsung.

“Supaya memeriahkan acara syawalan ini juga, mereka ingin bertemu dengan Ngarso Dalem lebih dekat,” jelas Sunarti.

Antusiasme juga terlihat dari warga lainnya, seperti Tami, warga Jalan Kaliurang, Sleman, yang mengaku tidak pernah melewatkan kesempatan silaturahmi ini. Ia rela mengantre bersama keluarganya demi bisa bersalaman langsung dengan Sri Sultan.

“Sebagai warga Yogyakarta, ini momen istimewa. Harapannya kegiatan seperti ini terus dilestarikan setiap tahun,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Bila, Kinanti, dan Edelwis, pelajar SMK Negeri 6 Yogyakarta, yang untuk pertama kalinya mengikuti acara tersebut. Sepulang sekolah, mereka langsung menuju lokasi menggunakan Transjogja setelah mengetahui informasi dari media sosial.

“Seru sekali, walau capek. Pengen bisa bersalaman dengan Pak Gubernur dan menikmati es dawet,” ungkap mereka kompak.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Fatih, siswa kelas 3 SDN Rejodadi yang datang bersama keluarganya setelah pulang lebih awal dari sekolah. Ia mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut dan bertemu langsung dengan Sri Sultan.

“Mau diajak karena mau halal bihalal sama Sri Sultan. Senang bisa salaman langsung,” ujarnya polos.

Ia pun berharap Sri Sultan Hamengku Buwono X selalu diberikan kesehatan. Dengan tingginya partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan, Silaturahmi Idulfitri tahun ini menjadi gambaran kuatnya semangat guyub rukun sekaligus kedekatan antara pemimpin daerah dan masyarakatnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *