Home / Sains dan Teknologi / Sejarah Balon

Sejarah Balon

Balon adalah jaminan untuk membuat orang tersenyum—semburan warna dan simbol universal perayaan. Baik itu melayang anggun di pesta pernikahan, dibentuk menjadi berbagai bentuk lucu di pesta ulang tahun, atau memeriahkan acara pembukaan besar, balon telah menjadi bagian dari momen-momen terbaik dalam hidup.

Jika Anda pernah bertanya-tanya, “Kapan balon ditemukan?”, “Kapan balon mulai digunakan?” atau “Seberapa lama balon pesta sudah ada?”, Anda tidak sendirian. Dan jika Anda bertanya, “Kapan balon helium menjadi populer?”, jawabannya melibatkan sains, keselamatan, dan bahkan beberapa percobaan awal yang tidak berjalan sesuai rencana.

Mari kita menelusuri sejarah balon dan menemukan bagaimana sepotong karet sederhana berkembang menjadi simbol kegembiraan di seluruh dunia.

Tahun Isi
Sebelum tahun 1783 Galileo mengembungkan kandung kemih babi untuk eksperimen ilmiah.
tahun 1783 Etienne dan Joseph Montgolfier bereksperimen dengan kantong kertas berisi hidrogen; menciptakan balon udara panas pertama.
Tahun 1824 Profesor Michael Faraday menciptakan balon karet pertama.
tahun 1825 Thomas Hancock memperkenalkan kit balon karet DIY.
Tahun 1931 Tillotson Rubber Company memproduksi balon lateks modern pertama.
tahun 1950-an Balon putar tipis menjadi mudah didapatkan.
abad ke-20 Warna, bentuk, dan kegunaan dekoratif balon semakin beragam.

Untuk memahami bagaimana balon pesta diciptakan, kita perlu mulai dengan bahan yang memungkinkan pembuatannya: lateks . Lateks adalah getah seperti susu yang diambil dari pohon karet. Balon-balon awal—dan banyak balon saat ini—terbuat dari karet alami ini.

Ketika Christopher Columbus berlayar ke Amerika pada tahun 1490-an, ia bertemu dengan penduduk asli di Karibia yang bermain dengan bola karet yang kenyal dan elastis. Orang Eropa belum pernah melihat bahan ini sebelumnya, dan Columbus membawa beberapa bola karet kembali ke Eropa, memperkenalkan karet ke dunia Barat.

Saat ini, banyak balon masih terbuat dari lateks alami, sementara yang lain menggunakan karet sintetis. Untuk membedakannya, kita biasanya menyebut versi 100% alami sebagai balon lateks .

Penemuan “mirip balon” paling awal diciptakan untuk eksplorasi ilmiah. Pada tahun 1600-an, Galileo Galilei mengembungkan kantung babi untuk mempelajari berat dan perilaku udara. Wadah tiup sederhana ini menunjukkan prinsip dasar memerangkap udara dalam membran fleksibel—jauh berbeda dengan balon pesta masa kini.

Namun, konsep daya angkat dan inflasi berawal dari sini.

Pada akhir tahun 1700-an, para ilmuwan meneliti bagaimana berbagai gas berperilaku. Saudara Montgolfier dari Prancis bereksperimen dengan kantong kertas berisi hidrogen untuk menguji apakah gas yang lebih ringan dari udara dapat mengangkat benda.

Pada tahun 1783 , mereka meluncurkan balon udara panas pertama di dunia , membuktikan bahwa udara panas dapat mengangkat benda-benda besar. Balon-balon ini sangat besar dan dirancang untuk penerbangan—bukan perayaan—tetapi keberhasilannya membuka jalan bagi inovasi balon di masa depan.

Balon hidrogen dan balon udara panas mendominasi dunia penerbangan hingga tahun 1903, ketika Wright bersaudara memperkenalkan penerbangan bertenaga.

Jadi, kapan balon ditemukan dalam pengertian modern?

Jawabannya adalah 1824. Ilmuwan Inggris Michael Faraday , yang bekerja di Royal Institution di London, membutuhkan wadah fleksibel untuk eksperimen hidrogen. Ia memotong dua lembar karet, menekan tepinya bersama-sama, menaburi bagian dalamnya dengan tepung, dan menciptakan balon karet pertama.

Balon itu mengembang seperti balon yang kita kenal sekarang—dan menandai awal sebenarnya dari teknologi balon untuk konsumen. 

Pada tahun 1825, pelopor karet Thomas Hancock merilis kit balon DIY yang berisi larutan balon, yang memungkinkan orang untuk membuat balon karet mereka sendiri. Meskipun menyenangkan, balon-balon ini masih lebih dianggap sebagai benda aneh ilmiah daripada dekorasi pesta.

Barulah pada abad ke-20 balon berubah menjadi perlengkapan pesta penting yang kita kenal sekarang.

Seiring dengan peningkatan produksi massal, balon menjadi semakin mudah diakses melalui toko-toko umum, toko hadiah, dan pengecer perlengkapan pesta yang baru muncul. Buket balon yang sudah diisi udara dan desain yang dicetak memudahkan orang untuk mendekorasi untuk ulang tahun, hari raya, dan acara komunitas. 

Pada saat yang sama, kemajuan dalam teknologi balon mempercepat popularitasnya. Formula lateks baru dan pewarna yang cerah memungkinkan warna yang lebih terang, sementara teknik pencetakan yang lebih baik memungkinkan penambahan pesan, pola, dan ilustrasi.

Balon-balon unik awal (tahun 1920-an-1930-an)

Pada tahun 1920-an, “balon tipis” pertama muncul. Sekitar tahun 1930, penemu Neil Tillotson

Ia menciptakan balon berbentuk kucing dengan telinga runcing, yang dijual pada  perayaan Hari Patriot di Boston. Ini adalah salah satu balon pertama yang dirancang murni untuk bersenang-senang, bukan untuk penggunaan ilmiah.

Terobosan besar terjadi pada tahun 1931, ketika Tillotson Rubber Company memproduksi balon lateks modern pertama, yang elastis dan berbentuk seragam—tidak seperti lembaran karet awal Faraday.

Momen ini menandai lahirnya industri balon modern. Sejak saat itu, balon bukan lagi sekadar alat ilmiah—balon menjadi produk konsumen, tersedia di toko-toko di seluruh Amerika Serikat.

Seni melipat balon dan membuat hewan dari balon (tahun 1940-an-1950-an)

Balon putar pertama kali diproduksi di Jepang dan diimpor ke AS setelah Perang Dunia II. Versi awal balon tersebut kaku dan mudah pecah, artinya hanya pemain yang terampil yang dapat memutarnya dengan sukses.

Pada tahun 1950-an, balon “skinny-twister” yang lebih baik mulai tersedia secara luas, membantu balon berbentuk hewan menjadi bagian klasik dari pesta ulang tahun Amerika.

Warna, bentuk, dan seni balon (abad ke-20)

Sepanjang abad ke-20, produsen balon memperluas katalog mereka dengan:

  • Lebih banyak warna
  • Pola cetak
  • Bentuk-bentuk baru
  • Balon foil (Mylar)
  • Balon lateks berukuran lebih besar

Era ini menandai kebangkitan dekorasi balon—lengkungan, buket, untaian, dan pajangan bertema.

Helium ditemukan pada tahun 1868, tetapi tidak langsung digunakan untuk dekorasi. Selama bertahun-tahun, balon diisi dengan hidrogen, yang sangat mudah terbakar.

Ledakan balon hidrogen pada tahun 1922 mendorong para peneliti dan produsen untuk mencari gas yang lebih aman. Helium, yang tidak mudah terbakar dan aman digunakan, dengan cepat menjadi alternatif yang lebih disukai.

Namun, helium cepat menguap dari lateks karena molekulnya sangat kecil. Hal ini membuat balon foil, yang mampu menampung helium jauh lebih baik, menjadi pilihan ideal untuk dekorasi helium yang tahan lama.

Sejak saat itu, balon helium menjadi pemandangan biasa di pameran, parade, dan acara-acara di pusat perbelanjaan—akhirnya menjadi bagian yang digemari dalam perayaan-perayaan di Amerika.

Saat ini, balon ada di mana-mana—pernikahan, ulang tahun, acara menyambut bayi, pengungkapan jenis kelamin bayi, wisuda, dan hari raya. Seni balon telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan lengkungan organik, dinding balon, dan balon angka raksasa yang kini menjadi bagian penting dari perayaan modern.

Balon juga sangat mudah dikustomisasi, memungkinkan orang untuk mencocokkan warna, tema, dan pesan untuk setiap kesempatan. Apa yang awalnya merupakan alat ilmiah telah menjadi salah satu simbol kegembiraan yang paling dikenal di dunia.

T: Apa itu TakaraTec Corp?
J: TakaraTec Corp adalah produsen balon asal Jepang dengan distributor di seluruh dunia. Balon kami berkualitas tinggi dan dirancang agar tetap mempertahankan bentuknya dan tetap mengembang lebih lama daripada balon biasa.

T: Kapan balon ditemukan?
J: Balon karet modern ditemukan pada tahun 1824 oleh Michael Faraday selama percobaan hidrogen.

 

T: Seberapa tua balon pesta?
J: Balon pesta lateks mulai ada pada tahun 1931, dan dekorasi balon menjadi populer pada tahun 1950-an, sehingga usianya sekitar 70–100 tahun.

T: Kapan balon helium menjadi populer?
J: Balon helium mulai banyak digunakan pada tahun 1920-an, setelah helium menggantikan gas hidrogen yang mudah terbakar.

T: Siapa yang menciptakan balon berbentuk hewan?
J: Seni melipat dan membentuk balon menjadi populer pada tahun 1940-an–1950-an dengan munculnya balon tipis yang lebih baik dan dirancang untuk dilipat dan dibentuk.

Referensi
  1. Pfotzer, G. (1972). Sejarah penggunaan balon dalam eksperimen ilmiah. Space Science Reviews, 13(2), 199–242. https://doi.org/10.1007/BF00175313
  2. Science World. “Balon.” Science World (ASTC Science World Society), Diakses 15 November 2025. https://www.scienceworld.ca/resource/balloons/
  3. American Physical Society. (2014, September). 18 Agustus dan 20 Oktober 1868: Penemuan Helium . Berita APS. Diakses pada 15 November 2025, dari https://www.aps.org/archives/publications/apsnews/201409/physicshistory.cfm

Kami penyedia alat tulis kantor skala kecil dan besar,silahkan hub 087849378899

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *