Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui pemanfaatan platform digital dapat menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kesejahteraan umat serta memperkuat keadilan sosial secara berkelanjutan. Namun, hal tersebut hanya dapat diwujudkan dengan pengelolaan yang tepat, profesional, dan tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip syariat.
Hal demikian ditekankan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam kegiatan Pentasharufan Simbolis Program Ramadan 1447 H BAZNAS DIY pada Rabu (11/03), di Pendopo Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Menurut Ni Made, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan ZIS saat ini mengalami transformasi yang signifikan melalui pemanfaatan platform digital.
Digitalisasi ZIS menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi lembaga pengelola zakat dalam mengoptimalkan penghimpunan maupun pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Salah satunya, digitalisasi tersebut menuntut lembaga pengelola zakat untuk melakukan adaptasi kelembagaan, baik dari sisi manajemen, regulasi internal, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Untuk itu, Ni Made menggarisbawahi bahwa lembaga zakat perlu menyusun strategi digital yang terintegrasi, tidak hanya berfokus pada aspek penghimpunan dana, tetapi juga pada pengelolaan serta pendistribusian yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti fintech syariah, perbankan syariah, serta berbagai platform digital pun menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi pengelolaan ZIS.
“Zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki peran strategis sebagai sarana redistribusi kekayaan dan upaya pengentasan kemiskinan. Melalui pengelolaan yang baik, ZIS tidak hanya menjadi bentuk ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu mendorong keadilan dan kesejahteraan umat,” ucap Ni Made.
Dalam kesempatan tersebut, Ni Made turut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS atas komitmennya dalam menciptakan pengelolaan ZIS yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Program-program yang dilaksanakan menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola secara profesional untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi umat.
Mewakili Pemda DIY, Ni Made berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, potensi zakat yang sangat besar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menunaikan dan menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Hal ini penting untuk menjamin amanah, pengelolaan yang profesional, transparansi, serta distribusi yang tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” pungkas Ni Made.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY, Puji Astuti dalam laporannya menyebutkan bahwa BAZNAS sebagai koordinator zakat nasional, menjalankan regulasi sesuai dengan peran dan fungsinya yang sangat penting bagi penanggulangan kemiskinan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS DIY berkontribusi aktif dalam berbagai upaya pemerintah dan membangun sinergi multistektor yang berperan tidak hanya pada aspek sosial kemanusiaan, tetapi juga mendukung aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan.
Puji pun melaporkan, Kegiatan Prioritas Ramadan BAZNAS DIY pada tahun 2026 kali ini berfokus pada 6 kegiatan pentasarufan. Pertama adalah siar Al-Quran dan kajian berbuka Ramadan. Siar yang diselenggarakan berupa penguatan akidah dan ibadah umat muslim melalui penyediaan Al-Quran di masjid dan juga pondok-pondok pesantren yang membutuhkan sebagai sarana ibadah. Ada pula edukasi literasi zakat kepada masyarakat luas melalui siaran berbagai media massa, baik televisi, koran, radio, sosial media, website, dan kanal-kanal saluran multimedia lainnya.
“Kegiatan kedua, pendistribusian zakat fitrah dan fidiah, yaitu memberikan layanan kemudahan bagi setiap muslim dalam menunaikan zakat fitrah dan fidiahnya, yang kemudian disalurkan dalam bentuk kemasan beras 5 kg dan makanan pokok harian kepada mereka yang membutuhkan dan yang berhak. Sebanyak 1.500 pack beras zakat fitrah yang akan disalurkan dan diharapkan terus akan bertambah hingga menjelang Idulfitri nanti, serta berbagi makanan dari fidiah yang setiap harinya kami lakukan,” papar Puji.
Selanjutnya, kegiatan ketiga, Paket Logistik Keluarga dan Paket Ramadan Bahagia. Kegiatan ini ialah berbagi bingkisan berupa kebutuhan bahan pangan pokok yang diprioritaskan bagi penerima manfaat, meliputi pegawai non ASN di lingkungan Pemerintah Daerah DIY dan kelompok masyarakat rentan lainnya, sebanyak lebih kurang 2.750 paket.
“Pengiriman bingkisan ini akan diantarkan oleh petugas kami secara berkala ke instansi masing-masing sesuai data penerima manfaat yang telah disetorkan dan juga sebagai alokasi kuota kami. Oleh karena itu, kami harapkan agar Bapak/Ibu pimpinan OPD untuk dapat mengoptimalkan penghimpunan dana ZIS-DSKL pada instansi masing-masing, agar kebermanfaatannya bisa dirasakan dengan jangkauan yang lebih luas lagi,” ungkap Puji.
Kemudian, kegiatan keempat, yakni hidangan berkah Ramadan. Kegiatan ini ditargetkan lebih dari 1.200 paket, yakni bantuan darurat untuk mustahik prioritas melalui layanan aktif BAZNAS berupa berbagi hidangan berbuka puasa kepada warga yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu, tukang becak, anak-anak yatim di panti asuhan, dan lokasi-lokasi lainnya yang membutuhkan.
“Ada juga kegiatan kelima, yaitu bantuan living cost tahap kedua kepada para penyintas terdampak bencana, khususnya mahasiswa yang saat ini tengah berkuliah di Yogyakarta. Dari tahap 1 dan tahap 2, total sebanyak 1.421 mahasiswa penerima manfaat. Jumlah penyaluran donasi kemanusiaan bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga saat ini lebih kurang 1,4 miliar rupiah,” kata Puji.
Terakhir, adalah layanan posko mudik oleh Relawan BAZNAS Tanggap Bencana DIY. Lewat kegiatan ini, pihaknya memberikan layanan kepada para pemudik berupa bantuan pengamanan ruas jalan, pengecekan kesehatan gratis, berbagi takjil, pendirian dapur air, layanan peristirahatan, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya bagi para pemudik yang sedang melakukan perjalanan.
“Pendistribusian simbolis yang dilakukan pada hari ini merupakan wujud kepedulian dalam mendukung program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. BAZNAS DIY berharap besar agar potensi pengelolaan zakat di DIY dapat lebih tercapai maksimal, dan kian meningkat dari tahun ke tahun,” jelas Puji.
Humas Pemda DIY




