Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melepas Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya yang memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam Apel Pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Rabu (31/12).

Mulai Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2026, Aman Yuriadijaya resmi mengakhiri masa pengabdiannya setelah menapaki karier sebagai PNS sejak diangkat menjadi CPNS pada 1 Maret 1992, atau selama 33 tahun 10 bulan mengabdi untuk pemerintahan dan masyarakat.

Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh haru, terutama saat seluruh peserta apel bergantian bersalaman dengan Aman Yuriadijaya. Usai apel, jajaran Pemkot Yogya menghantarkan Aman Yuriadijaya bersama istri, Dian Wijaningrum, menuju kediamannya di Janturan UH IV, Gg. Tamtama, Warungboto, Umbulharjo  dengan menggunakan becak listrik.

Sekda Kota Yogya kembali ke rumah dengan menggunakan becak

Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus perpisahan yang berkesan. Aman Yuriadijaya mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kebersamaan yang diberikan jajaran Pemkot Yogyakarta.

Pihaknya menyampaikan refleksi mendalam tentang makna jabatan dan keberlanjutan organisasi pemerintahan. Ia mengibaratkan pejabat sebagai air, sementara organisasi adalah bejana.

“Pejabat itu seperti air, organisasinya adalah bejana. Air boleh datang dan pergi, boleh masuk dan keluar, tetapi bejananya harus kuat agar siapapun airnya, dalam kondisi apapun, tetap memberi manfaat. Saya yakin Bapak Ibu semua mampu menjaga Pemerintah Kota Yogyakarta dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa birokrasi sejatinya adalah pejuang sunyi, yang bekerja tanpa banyak berharap apresiasi, tetapi berpegang pada keyakinan dan ideologi pelayanan publik.

“Kita ini pejuang sunyi. Tidak terlalu berharap apresiasi, tetapi meyakini bahwa apa pun yang kita lakukan adalah untuk memberi suluh, memberi arah ke mana masyarakat Kota Yogyakarta akan dibawa. Keyakinan itulah yang harus terus dipelihara,” kata Aman.

Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas birokrasi. Ia berpesan agar aparatur lainnya agar tetap fokus pada nilai dan tujuan, tanpa larut pada opini maupun persepsi sesaat.

“Kalau boleh sebagai orang tua, saya menyarankan kunci ikhlas sebagai kekuatan. Biarlah yang sunyi tetap sunyi, tetapi kita menjalankan ideologi birokrasi yang menjadi suluh bagi masyarakat,” tambahnya.

Para pegawai menyalami Sekda Kota Yogya, Aman Yuriadijaya

Aman Yuriadijaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ia menegaskan bahwa segala keterbatasan bukan karena ketidak inginannya, melainkan keterbatasan sebagai manusia.

“Kalau ada yang merasa kurang nyaman atau belum puas, sebagai manusia saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya. Bukan karena tidak mau, tetapi karena dalam kondisi tertentu saya memang tidak mampu,” tuturnya dengan tulus.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi tinggi atas peran Aman Yuriadijaya selama menjabat sebagai Sekretaris Daerah. Ia mengibaratkan Sekda sebagai mesin kapal birokrasi yang menjaga agar arah kebijakan dapat dijalankan secara aman dan berkelanjutan.

“Kalau kami menentukan arah, maka Pak Sekda adalah mesin kapal. Mesin itu dijaga agar aman, dan itu sangat kami rasakan. Ketika mesin dijaga Pak Aman, mesinnya memang aman,” ujar Hasto.

Wali Kota Yogya Hasto Wadoyo menyerahkan kenang-kenangan kepada Sekda Kota Yogya

Menurut Hasto, kepemimpinan Aman Yuriadijaya turut mengantarkan berbagai prestasi Kota Yogyakarta, termasuk capaian Indeks Pembangunan Manusia yang tinggi. Ia berharap Aman Yuriadijaya tetap memberikan masukan bagi Pemkot Yogyakarta meski telah memasuki masa purna tugas dengan sudut pandang baru sebagai warga.

“Justru nanti dari kacamata warga, Pak Aman bisa memberikan masukan yang sangat berharga. Kami tetap berharap dukungan dan nasihat beliau demi kemajuan Kota Yogyakarta,” katanya.

 

Apresiasi juga disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang menilai pelepasan purna tugas Aman Yuriadijaya sebagai bukti bahwa penghormatan lahir bukan karena jabatan, melainkan karena dedikasi pribadi.

“Hari ini saya sangat merasa surprise. Ini menjadi testimoni bahwa bukan karena jabatan orang itu dihargai, tetapi karena pribadi dan dedikasinya. Pak Aman sungguh membanggakan dan menjadi bapak bagi seluruh ASN,” ujar Wawan.

Wawan mengungkapkan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Wakil Wali Kota, ia banyak belajar dari dinamika kepemimpinan Aman Yuriadijaya, terutama soal manajemen keikhlasan dalam birokrasi.

“Saya menikmati diskusi-diskusi personal dengan Pak Aman, bukan hanya sebagai Sekda, tetapi sebagai pribadi. Banyak hal strategis yang tidak semua orang tahu, tetapi sangat menentukan bagaimana Kota Yogyakarta bisa berjalan dengan baik dan smooth,” katanya.

Menurut Wawan, pengalaman panjang Aman Yuriadijaya, termasuk enam tahun menjabat sebagai Sekda, telah memberi warna kuat dalam tata kelola pemerintahan. Hal itu tercermin dari apresiasi yang datang tidak hanya dari pejabat, tetapi juga dari jajaran pegawai hingga petugas di lapangan.

“Kalau yang Bapak upayakan selama ini tidak baik, tentu tidak akan ada apresiasi sebesar ini. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa jabatan itu sementara, tetapi keikhlasan dan persaudaraan itulah yang akan terus melekat,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Yogya, Wawan Harmawan menyampaikan apresiasi kepada Sekda Kota Yogya Aman Yuriadijaya

Wawan berharap silaturahmi dan dukungan Aman Yuriadijaya tetap terjalin meski telah purna tugas, karena banyak nilai dan pengalaman birokrasi yang tidak dapat dipelajari hanya dari kurikulum.

“Saya yakin seluruh ASN akan selalu mengingat Pak Aman sebagai Sekda yang legend, yang memberi warna dan kekuatan bagi birokrasi Pemerintah Kota Yogyakarta,” pungkasnya.