Pakualaman,REDAKSI17.COM – Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kota Yogyakarta terus diperkuat sebagai upaya strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis, disiplin, dan berwawasan kebangsaan. Paskibraka bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari proses pembinaan generasi muda agar mampu menjadi teladan, agen perubahan, serta pemersatu bangsa di tengah keberagaman masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta, Nindyo Dewanto saat dikonfirmasi Rabu (1/4). Menurutnya, melalui proses seleksi yang ketat, transparan, dan objektif, pihaknya berupaya menghadirkan putra-putri terbaik daerah yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga integritas, kecerdasan, serta komitmen kebangsaan yang kuat.
“Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan yang diperoleh selama pembinaan diharapkan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nindyo.
Ia juga menambahkan, anggota Paskibraka diharapkan mampu menjadi agen pemersatu bangsa dan duta karakter kebangsaan yang berperan aktif dalam menjaga kondusifitas daerah, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air di tengah keberagaman masyarakat Kota Yogyakarta.
“Harapannya, Paskibraka Kota Yogyakarta tidak hanya menjadi kebanggaan pada momentum Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap mengabdi untuk Indonesia,” pungkas Nindyo.

Pengukuhan paskibraka kota yogyakarta tahun 2025
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Kota Yogyakarta, Suryonugroho Aji, menjelaskan bahwa pelaksanaan Seleksi Paskibraka Kota Yogyakarta Tahun 2026 mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka serta aturan pelaksanaannya.
Proses seleksi telah diawali dengan pendaftaran online pada 12–25 Februari 2026 melalui laman resmi BPIP. Dari total 349 pendaftar, sebanyak 319 peserta dinyatakan memenuhi kelengkapan dokumen, dan 265 peserta lolos seleksi administrasi yang terdiri dari 154 putra dan 111 putri.
“Pada 31 Maret kami telah melaksanakan technical meeting. Selanjutnya, seleksi tahap pertama akan dilaksanakan pada 2 April 2026 di Grha Pandawa, berupa tes PIP dan TIU,” jelasnya.
Tahapan seleksi berikutnya meliputi seleksi kesehatan dan postur pada 11 April 2026, seleksi parade pada 15–16 April 2026, seleksi kesamaptaan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) pada 21 April 2026 dan seleksi kepribadian dan wawancara pada 23 April 2026.
Suryonugroho menambahkan, tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) dilaksanakan menggunakan aplikasi berbasis web dari BPIP, dengan materi meliputi ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta kemampuan akademik dasar.
“Untuk tahap seleksi kesehatan, peserta akan menjalani pemeriksaan menyeluruh, seperti pengukuran tinggi dan berat badan ideal, pemeriksaan penglihatan, tekanan darah, buta warna, kondisi gigi, hingga bentuk kaki dan postur tubuh. Untuk peserta putri juga dilakukan pemeriksaan tambahan sesuai ketentuan,” katanya.
Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, nantinya akan terpilih 46 peserta atau 23 pasang Paskibraka Kota Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8 orang (4 pasang) akan dikirim mengikuti seleksi tingkat provinsi, sementara 38 orang (19 pasang) akan bertugas di tingkat Kota Yogyakarta.
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Kesbangpol berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Paskibraka secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dengan sekolah, orang tua, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.




