Sempoa, alat hitung tradisional yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu, mungkin tidak asing bagi banyak orang. Alat yang terdiri dari rangka kayu dan deretan manik-manik ini, telah menjadi bagian penting dalam dunia aritmatika tradisional di banyak budaya, terutama di Asia. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan metode belajar yang lebih modern, muncul pertanyaan: apakah sempoa masih relevan bagi generasi saat ini?
Meskipun teknologi telah menghadirkan kalkulator hingga perangkat digital yang jauh lebih cepat dan efisien, sempoa tetap memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri, terutama dalam pengembangan otak anak. Sempoa mengajarkan anak-anak untuk menghitung secara manual, yang melibatkan koordinasi motorik serta pemahaman angka dalam bentuk visual, bukan hanya angka digital. Untuk anak-anak, belajar menggunakan sempoa melibatkan proses yang lebih interaktif daripada hanya mengetik angka di kalkulator atau komputer.
Anak-anak yang ahli dalam penggunaan sempoa sering kali menunjukkan kemampuan hitung yang luar biasa. Di beberapa kompetisi internasional, peserta dapat melakukan perhitungan kompleks dalam waktu yang sangat singkat tanpa bantuan alat digital. Sempoa bahkan melahirkan juara aritmatika yang bisa menghitung lebih cepat daripada kalkulator biasa.
Saat seseorang sudah mahir menggunakan sempoa, mereka tidak perlu lagi menyentuh alatnya. Dengan memvisualisasikan deretan manik-manik sempoa di pikiran, mereka tetap bisa menghitung seolah-olah alat tersebut ada di depan mereka. Hal ini di istilahkan menjadi mental abacus. Dilansir dari laman Wikipedia.com, mental abacus adalah sistem di mana pengguna memvisualisasikan sempoa secara mental untuk melakukan perhitungan aritmatika. Tidak ada sempoa fisik yang digunakan; hanya jawabannya yang ditulis. Perhitungan dapat dilakukan dengan kecepatan tinggi dengan cara ini.
Meskipun tampaknya kuno di tengah dominasi perangkat digital, sempoa justru membawa manfaat yang sulit digantikan oleh teknologi modern. Sempoa mengajarkan cara berpikir yang lebih struktural dan logis, terutama bagi anak-anak dalam perkembangan awal mereka. Dengan dukungan penelitian yang menunjukkan manfaatnya untuk pengembangan otak, sempoa tetap menjadi pilihan alat hitung yang relevan, terutama dalam bidang pendidikan.
Dikutip dari bobo.grid.id, manfaat sempoa antara lain untuk melatih dan menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Hal ini disebabkan karena saat kita menggunakan sempoa, maka kedua tangan kita ikut bergerak untuk memindahkan butiran manik-manik yang ada di sempoa. Menghitung menggunakan sempoa juga bisa melatih daya imajinasi dan kreativitas kita, karena dari soal yang didapatkan, kita harus membayangkan penghitangan yang dilakukan menggunakan sempoa. Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan menghitung menggunakan sempoa adalah koordinasi tangan dan otak yang lebih baik. Saat memindahkan manik-manik sempoa, otak kita juga akan bekerja untuk menghitung jumlah manik-manik yang dipindahkan. Konsentrasi kita juga jadi akan meningkat saat menghitung menggunakan sempoa.
Bahkan kareena manfaat yang luar biasa ini guru-guru di Jepang menggunakan sempoa lagi ddalam proses pembelajarannya. Dikutip dari liputan6.com, Di era komputer yang sedemikian canggih, sekolah-sekolah di Jepang justru mengembalikan sempoa ke kelas. Seperti dimuat BBC, 21 Agustus 2013, sejumlah guru kembali memperkenalkan alat hitung tradisional sempoa yang dalam Bahasa Jepang disebut soroban. Bukannya tanpa alasan, penggunaan sempoa diyakini membantu mengembangkan kapasitas berpikir anak, dan membantu memerangi demensia atau pikun pada orang tua. Di kelas soroban di Nerima Ward Tokyo, anak-anak SD mempraktikkan kalkulasi berhitung yang dikenal sebagai ‘anzan’, atau menghitung buta. Siswa diajarkan untuk memvisualisasikan soroban di kepala mereka saat menghitung.
Di masa depan, sempoa mungkin akan terus hadir sebagai bagian dari alat bantu pendidikan yang tidak tergantikan, memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih mendalam. Meskipun generasi saat ini hidup di era digital, sempoa membuktikan bahwa nilai dari sebuah alat kuno tetap memiliki tempat yang berarti, bahkan di dunia yang serba cepat seperti sekarang.
(Sumber: Fitriyah Andini_Universitas Diponegoro, bobo.grid.id, Wikipedia.com, liputan6.com)
Kami penyedia alat tulis kantor skala kecil dan besar,info hub 087849378899





