Home / Ekonomi dan Bisnis / Sinergi Kadin dan Pemkab Sleman Diperkuat, Fokus Pengembangan SDM dan Kurasi UMKM

Sinergi Kadin dan Pemkab Sleman Diperkuat, Fokus Pengembangan SDM dan Kurasi UMKM

Sleman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kamar  Dagang dan Industri (Kadin) Sleman terus memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pembenahan sistem pembinaan dan kurasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan syawalan atau halalbihalal yang diselenggarakan oleh Kadin Sleman, di Kantor Kadin Sleman, Jalan Merbabu, Tridadi, Sleman, Kamis (9/4/2026). Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan pentingnya kolaborasi yang solid antara Kadin dan seluruh perangkat daerah, termasuk unit pelaksana teknis (UPT), guna mengoptimalkan potensi daerah.

“Kolaborasi harus terus diperkuat dengan semangat saling mendukung agar program-program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Danang.

Ia juga menyoroti keunggulan jaringan Kadin yang terhubung hingga tingkat nasional, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuka akses program serta dukungan dari pemerintah pusat.

“Kadin memiliki jejaring hingga kementerian dan lembaga pusat. Ini merupakan peluang strategis untuk mendukung percepatan pembangunan daerah,” tambah Danang yang merupakan anggota Dewan Penasihat Kadin Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Danang turut menyampaikan komitmen Pemkab Sleman untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana menyampaikan bahwa kegiatan syawalan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun komunikasi dan menyelaraskan program kerja dengan pemerintah serta mitra,” jelas Yudi.

Menurutnya, Kadin Sleman saat ini aktif melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, dalam rangka menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Kami melakukan proses identifikasi permasalahan atau ‘belanja masalah’ untuk memastikan program yang dirancang tepat sasaran dan dapat disinergikan dengan perangkat daerah terkait,” ungkapnya.

Dalam aspek pengembangan SDM, Kadin Sleman memprioritaskan peningkatan kualitas generasi muda usia produktif melalui program pendidikan dan pelatihan berbasis lembaga kursus dan pelatihan (LKP) yang bekerja sama dengan kementerian terkait. Program ini menyasar pelajar, mahasiswa, serta masyarakat yang belum bekerja, dengan tujuan mencetak tenaga kerja terampil yang siap masuk dunia industri, termasuk peluang kerja di luar negeri.

Di sektor UMKM, Kadin Sleman menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta penguatan branding sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing.

“Kami mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada kualitas dan identitas produk,” tegas Yudi.

Kadin Sleman juga mendorong penerapan sistem kurasi yang lebih selektif guna memastikan program pembinaan tepat sasaran dan menyasar pelaku usaha yang benar-benar aktif dan produktif. Dalam kegiatan tersebut, turut ditampilkan produk UMKM lokal yang telah berhasil menembus pasar ekspor, salah satunya produk parfum dari pelaku usaha binaan Kadin Sleman.

Selain itu, tausiyah syawalan yang disampaikan oleh Ustaz Saifudin Zuhri menegaskan bahwa tradisi syawalan merupakan bentuk akulturasi budaya yang memperkuat nilai persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat.

Menariknya, dalam acara tersebut juga ditampilkan produk UMKM lokal yang berhasil menembus pasar internasional. Salah satunya adalah produk parfum milik pengurus Kadin Sleman, Deda. Produk tersebut telah dipasarkan melalui berbagai platform digital dan berhasil menjangkau pasar ekspor dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per botol. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMKM Sleman memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global jika didukung dengan strategi yang tepat.

Dengan semakin solidnya kolaborasi antara Kadin dan Pemkab Sleman, berbagai program strategis diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *