Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti sikap negara-negara besar yang dinilainya kerap melanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), meski selama ini justru menjadi pihak yang mengajarkan nilai-nilai demokrasi dan HAM kepada Indonesia.
“Kita melihat sekarang negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi, untuk Hak Asasi Manusia, untuk the rule of law, untuk menjaga lingkungan hidup. Mereka lah yang melanggar apa yang mereka ajarkan,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2).
Tak Berdosa Dibantai
Dia mengatakan puluhan ribu wanita, orang tua, hingga anak-anak yang tak berdosa dibantai.
Prabowo pun menyayangkan sikap sejumlah negara yang memilih diam atas tragedi tersebut.
“Puluhan ribu wanita orang tua anak-anak tidak berdosa dibantai dan banyak negara yang diam. Dimana hak asasi manusia? Dimana demokrasi yang mereka ajarkan?” tuturnya.
Membaca Situasi
Prabowo pun mengingatkan para kepala daerah untuk selalu menjadi pemimpin yang waspada dan mampu membaca situasi. Terlebih, Indonesia kerap dianggap sebagai negara yang tidak mungkin atau the impossible nation.
“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah nusantara, yang mengerti sejarah daerah-daerah, yang mengerti sejarah nusantara dari Sabang sampai Merauke,” ujar Prabowo.
Disisi lain, Prabowo menyebut perang di Ukraina serta konflik di Gaza ikut mempengaruhi kondisi Indonesia. Untuk itu, dia menekankan kepala daerah harus waspasa dan mengerti tantangan-tantangan dunia.
“Jadi Indonesia, kita, harus sadar kalau kita tidak hidup sendiri. Perang Ukrain akan berpengaruh kepada kita. Peristiwa di Gaza berpengaruh kepada kita. Jadi Saudara-saudara, ini yang saya ingin sampaikan ke seluruh barisan pemerintahan. Marilah kita waspada. Marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini,” jelas Prabowo.





