Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melelang lukisan kuda api yang dibuat dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026.
Acara pelelangan tersebut, diselenggarakan dalam acara Imlek Partai Demokrat 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, pada Rabu (18/2/2026).
Lukisan yang berukuran 130 cm x 80 cm itu, menampilkan seekor kuda berwarna biru yang sedang berlari dengan surai berwarna oranye menyerupai kobaran api.
Karya tersebut diberi judul “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api”.
Alasan SBY memilih Kuda Api lantaran bertepatan dengan tahun Imlek 2026 yakni Tahun Kuda Api.
Sosok kuda ini melambangkan kekuatan, energi, determinasi, dan semangat untuk maju guna mencapai keberhasilan yang besar.
Meskipun bertema “api” yang identik dengan panas atau membakar, SBY sengaja menempatkan kuda tersebut dalam lingkungan dengan latar belakang dominan warna biru. Warna biru ini melambangkan kedamaian, keteduhan, dan ketenangan.
SBY menjelaskan, secara keseluruhan, lukisan ini mencerminkan doa dan harapan agar bangsa Indonesia memiliki tekad dan kekuatan yang besar seperti kuda api dalam memajukan negeri, namun tetap dilakukan dalam suasana kehidupan yang teduh, rukun, dan damai.
“Oleh karena itu, in this painting, Saya meletakkan kuda api dalam lingkungan suasana yang teduh, yang peaceful. Maka biru di sini melambangkan peace, damai, teduh,
Sehingga my imagination is, ada sebuah kuda api melambangkan tekad, kekuatan, energi mencapai tujuan yang baik tetapi dalam suasana kehidupan yang teduh,” ujar SBY, dikutip dari YouTube Partai Demokrat.
Selain itu, pria yang dijuluki dengan Bapak Perdamaian itu juga menyampaikan harapannya agar semangat kuda api dapat menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia dan Partai Demokrat.
Proses lelang tersebut dipimpin Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN sekaligus Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Demokrat, Ossy Dermawan
Proses lelang lukisan itu dimulai dengan harga pembukaan senilai Rp200 juta.
Sejumlah tokoh terkaya di Tanah Air, termasuk Deddy Corbuzier, sempat bersaing ketat untuk mendapatkan lukisan tersebut.
Meski Deddy Corbuzier membuka penawaran di angka Rp1 miliar, lukisan karya SBY tersebut akhirnya jatuh ke tangan keluarga konglomerat Low Tuck Kwong dengan nilai fantastis Rp6,5 miliar.
Seluruh hasil pelelangan lukisan tersebut didonasikan untuk membantu masyarakat prasejahtera, kaum Tionghoa yang membutuhkan, serta korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Lantas, siapa Low Tuck Kwong? Berikut adalah sosoknya.
Sosok Low Tuck Kwong
Dato’ Low Tuck Kwong adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia bisnis Indonesia.
Ia lahir di Singapura pada 17 April 1948 dan kemudian resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 1992.
Low Tuck Kwong merupakan pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di sektor tambang batu bara.
Pada penghujung tahun 2022, Forbes mencatat total kekayaannya berada di angka 25,2 miliar dolar AS, yang menjadikannya orang terkaya nomor dua di Tanah Air.
Low Tuck Kwong memulai kariernya di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura, lalu pindah ke Indonesia pada tahun 1972.
Satu tahun kemudian, ia mendirikan PT Jaya Sumpit Indonesia (JSI) sebagai kontraktor pekerjaan sipil dan struktur.
Pada tahun 1988, JSI berekspansi ke bisnis penambangan batu bara dan menjadi kontraktor tambang terkemuka.
Ia kemudian membeli tambang batu bara pertamanya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal pada tahun 1997.
Pada 1998, ia mengelola sebuah terminal batu bara di Balikpapan melalui PT. Dermaga Perkasapratama.
Selain batu bara, pria yang dijuluki “The Coal King” atau Raja batu bara itu juga memiliki kepentingan bisnis di sektor energi terbarukan melalui perusahaan Singapura yakni Metis Energy.
Ia diketahui juga terlibat dalam operasional sistem kabel bawah laut melalui SEAX Global.
Pria berusia 77 tahun itu dikenal aktif dalam kegiatan filantropi, termasuk dukungan terhadap pelestarian satwa liar (seperti kebun binatang di Kalimantan) dan pemberian beasiswa pendidikan di berbagai universitas ternama.





