Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Suasana hangat dan penuh makna mewarnai Safari Syawalan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY ke Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang digelar di Teras Graha Pandawa, Balaikota Yogyakarta, Selasa (31/3). Momentum istimewa ini dimanfaatkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menegaskan arah pengabdian aparatur, sekaligus merajut kembali tali silaturahmi antarlembaga dan masyarakat.
Didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti serta sejumlah kepala OPD, Sri Sultan hadir bersama jajaran Forkopimda DIY. Turut menyambut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota, jajaran DPRD Kota, Forkopimda Kota, serta tokoh masyarakat dan warga. Kebersamaan yang terbangun menjadi penanda kuatnya sinergi dalam mengemban amanah pelayanan publik.
Sri Sultan menegaskan, Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat nilai persaudaraan dan tanggung jawab bersama. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali langkah dan niat pengabdian. Secara khusus, Sri Sultan memberikan arahan kepada jajaran Pemkot Yogyakarta agar membangun hubungan “paseduluran” yang kokoh di antara aparatur.
“Pegawai negeri bukan sekadar pegawai kantoran, tetapi juga membangun peradaban. Di dalamnya ada keutamaan perilaku dan tanggung jawab untuk mendidik masyarakat,” tegas Sri Sultan.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Sri Sultan, selaras dengan ajaran luhur dalam Serat Piwulang Sri Sultan Hamengku Buwono I. Ia mengutip ajaran bahwa sesama dalam pengabdian adalah saudara yang dipersatukan oleh amanah. Keutamaan pengabdian tumbuh dari kasih, tanggung jawab, dan keluhuran budi, sementara kepercayaan yang melekat pada jabatan merupakan titipan yang harus dijaga dengan kesetiaan.
Melalui semangat Idulfitri, Sri Sultan mengajak seluruh elemen untuk memupuk solidaritas sosial dan kesadaran kolektif dalam bingkai “Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku”. Gubernur DIY pun menutup dengan ucapan Selamat Idulfitri 1447 H, seraya berharap keberkahan senantiasa menyertai langkah pengabdian. “Tansah kalis ing rubeda, nir ing sambikala,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan komitmen Pemkot dalam mewujudkan kota yang sejahtera, makmur, dan berkeadilan. Berbagai program terus digencarkan, mulai dari pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan, hingga penanganan persoalan lingkungan, khususnya sampah.
Hasto mengakui, persoalan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat. Karena itu, pihaknya mendorong pendekatan rekonstruksi sosial secara sistematis, disertai penguatan program padat karya dan gerakan gotong royong seperti Semangat Segoro Amarto. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan serta mendukung penataan kawasan Sumbu Filosofi sebagai bagian dari upaya menuju standar UNESCO.
Melalui Syawalan ini, sinergi antara Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta semakin diperteguh. Arahan Gubernur menjadi pijakan bersama bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada pembentukan peradaban yang berlandaskan nilai, etika, dan kebersamaan.
Humas Pemda DIY




