Suku Tenger atau Jawa Tengger
Suku Tengger atau lazim disebut Orang Jawa Tengger atau juga disebut Wong Tengger atau Wong Brama adalah suku yang mendiami dataran tinggi sekitaran kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur, Indonesia.Penduduk suku Tengger menempati sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Ada 3 teori yang menjelaskan asal nama Tengger:
1. Tengger berarti berdiri tegak atau berdiam tanpa gerak, yang melambangkan watak orang. Tengger yang berbudi pekerti luhur, yang harus tercermin dalam segala aspek kehidupan.
2. Tengger bermakna pegunungan, yang sesuai dengan daerah kediaman suku Tengger.
3. Tengger berasal dari gabungan nama leluhur suku Tengger, yakni Rara Anteng dan Jaka Seger.
Agama asli orang Tengger kemungkinan adalah sejenis campuran agama hindu-buddha zaman Majapahit dengan beberapa elemen pemujaan kepada leluhur, berbeda dengan agama Hindu Dharma dari Bali. Agama mereka disebut agama Hindu Jawa atau Buda Tengger, untuk membedakan dengan agama Buda Jawa (kejawen) dan Buda Bali (Hindu Dharma Bali). Pada tahun 1970an, orang Tengger terpaksa menganut agama resmi yang diakui pemerintah untuk menghindari tuduhan sebagai pendukung PKI. Sebagian besar pemimpin adat (dukun pandhita) menyerukan untuk menganut agama hindu dharma dari Bali (yang pada waktu itu lebih dulu mendapat pengakuan resmi dari pemerintah) karena melihat kemiripan dalam tata cara peribadatan. Namun, dukun pandhita desa Ngadas di Kabupaten Malang, menolak keputusan itu. Penduduk desa tersebut kemudian menganut agama buddha. Sebagian lagi menganut Islam atau kristen, terutama penduduk di lereng bawah.
Beberapa desa tersebut telah sama sekali meninggalkan tradisi Tengger sehingga terlihat tidak berbeda lagi dengan penduduk suku Jawa kebanyakan. Namun, desa Wonokerto di Probolinggo tetap hidup dengan cara Tengger, walaupun terbatas hanya pada interaksi sehari-hari. Orang-orang suku Tengger dikenal taat dengan aturan dan agama Hindu. Meskipun telah menganut agama Hindu Dharma, tetapi tradisi-tradisi sebelumnya tetap dilaksanakan. Penduduk suku Tengger diyakini merupakan keturunan langsung dari Kerajaan Majapahit…





