Home / Daerah / Sultan – Wamen ATR Lepas 619 Taruna, Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Sultan – Wamen ATR Lepas 619 Taruna, Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sebanyak 619 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta resmi diterjunkan ke berbagai pelosok Indonesia untuk melakukan pemutakhiran data pertanahan. Penempatan taruna di berbagai provinsi ini diharapkan tidak hanya membantu memvalidasi data nasional, tetapi juga memberikan solusi bagi persoalan tanah di tingkat akar rumput.

Pelepasan para taruna dalam program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan – Praktik Tata Laksana Pertanahan Tematik Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional ini dilakukan oleh Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (09/02) di STPN Yogyakarta. Hal ini menandai babak baru sinergi antara teknologi digital dan kearifan lokal.

Sri Sultan menyebut, pengelolaan pertanahan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan sebuah laku untuk memuliakan kehidupan. KKN Pertanahan ini menurut Sri Sultan merupakan wujud pendidikan yang menyatu dengan pengabdian kepada masyarakat. Para taruna tidak hanya berhenti pada teori di ruang kelas, tetapi terjun langsung ke lapangan untuk mendampingi pelayanan, memperbaiki data, dan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan nyata di bidang pertanahan.

“Dengan cara itulah, ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi hadir sebagai kemanfaatan,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan menilai pelepasan taruna bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan pengabdian yang sesungguhnya. Pengabdian tersebut, menurutnya, dimulai ketika para taruna berada di tengah masyarakat.

Bagi DIY, kehadiran para taruna menjadi bagian dari upaya bersama untuk menata administrasi pertanahan, memutakhirkan data, serta memastikan pengelolaan tanah dilakukan secara akurat, transparan, dan bertanggung jawab.

“Kerja-kerja ini mungkin sunyi. Tidak selalu tampak di permukaan. Namun justru di sanalah fondasi keadilan dan kepastian hukum dibangun,” tutur Sri Sultan.

Sri Sultan berpesan agar para taruna bekerja dengan hati, menjunjung tinggi kejujuran, menjaga etika, serta hadir sebagai pelayan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pertanahan yang modern, presisi, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Bekerjalah dengan hati. Junjung tinggi kejujuran. Jaga etika. Hadirlah sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pelaksana tugas,” pesan Sri Sultan.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menegaskan bahwa kementerian berkomitmen menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam penguatan teknis dan sumber daya manusia. Penguatan kualitas SDM adalah fondasi pembangunan nasional yang ditekankan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Pengalaman lapangan seperti inilah yang membentuk aparatur pertanahan yang matang. Taruna diajak untuk tidak hanya terpaku pada aturan dan prosedur, tetapi memahami bahwa tanah menyangkut manusia, ruang hidup, dan dinamika sosial,” tegas Ossy.

Wamen Ossy juga menyoroti pentingnya penempatan di Yogyakarta sebagai ruang pembelajaran unik. Di sini, taruna akan bersentuhan langsung dengan pengelolaan Tanah Kasultanan dan Tanah Pakualaman.

“Di Yogyakarta, kebijakan nasional harus berjalan selaras dengan sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Ini adalah pelajaran penting tentang bagaimana administrasi modern dapat berjalan harmonis dengan tata kelola lokal,” tambahnya.

Selain itu, Wamen Ossy juga menitipkan tiga pesan kunci kepada para taruna untuk dibawa ke daerah penempatan. Pesan tersebut diantaranya adalah eksplorasi lapangan karena kerja lapangan sebagai guru terbaik. Banyak hal di masyarakat yang tidak ditemukan di dalam ruang kelas.

Integritas dan karakter juga wajib karena menjadi cara taruna berinteraksi dengan masyarakat akan membentuk karakter mereka sebagai calon pemimpin di masa depan. Dampak jangka panjang juga ditekankan pada para taruna. Taruna harus sadar bahwa data yang mereka perbaharui adalah bagian fundamental dari Sistem Pertanahan Nasional. Kerja mereka adalah bentuk kepercayaan besar dari negara.

Program KKNP-PTLP ini melibatkan 619 Taruna/Taruni Program Diploma IV Pertanahan Semester 6 yang terbagi dalam 80 kelompok. Sebaran dan fokus tugas para peserta adalah 285 Taruna di DIY dengan tugas pemutakhiran data digital, validasi sertifikat lama, dan konsolidasi basis data pertanahan. Sementara, 304 Taruna berKKN di Jawa Tengah dengan fokus pada pembersihan dan pemutakhiran basis data untuk kepastian hukum. Sisanya, 30 Taruna bertugas mengabdi di Aceh & Sumatera Utara dengan misi khusus restorasi data pertanahan pasca-bencana hidrometeorologi.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *