Home / Tokoh Kita / Suraqah bin Malik

Suraqah bin Malik

Suraqah bin Malik dikenang sebagai sosok yang mengalami perubahan luar biasa dalam sejarah Islam, dari seorang pemburu menjadi peraih janji agung Rasulullah. Kisahnya bermula saat Nabi Muhammad bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, di tengah tekanan dan ancaman dari kaum Quraisy.

Pada masa itu, kaum Quraisy menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang berhasil menangkap Nabi. Suraqah bin Malik, yang dikenal sebagai pelacak ulung, tergiur oleh imbalan tersebut. Ia berangkat seorang diri menyusuri jejak Nabi dengan harapan meraih hadiah dan kemuliaan di mata kaumnya.

Namun perjalanan itu berubah menjadi pengalaman yang mengguncang keyakinannya. Saat hampir berhasil mendekati Nabi, kuda yang ia tunggangi tiba-tiba terperosok ke dalam tanah. Peristiwa itu terjadi berulang kali, membuatnya diliputi rasa takut. Ia mulai menyadari bahwa ada kekuatan di luar nalar manusia yang melindungi Nabi.

Dalam keadaan gentar, Suraqah meminta perlindungan dan jaminan keselamatan. Nabi tidak hanya memaafkannya, tetapi juga mendoakannya. Sikap penuh rahmat itu meluluhkan hatinya. Ia tidak lagi menjadi ancaman, melainkan berbalik menjaga dan menyesatkan pihak yang mencoba mengejar Nabi.

Dalam momen tersebut, Nabi menyampaikan sebuah janji yang tampak mustahil. Suraqah kelak akan mengenakan gelang milik Kisra, raja besar Persia. Pada saat itu, Persia merupakan kekaisaran adidaya dunia, sehingga ucapan tersebut terasa jauh dari kenyataan.

Waktu berlalu, dan Suraqah akhirnya memeluk Islam setelah peristiwa Fathu Makkah. Ia menjadi bagian dari umat yang dahulu pernah ia kejar. Janji yang pernah ia dengar tetap terpatri dalam ingatannya, meski belum terlihat tanda-tandanya.

Kebenaran janji itu terwujud pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Setelah Persia ditaklukkan, harta kekayaan kerajaan dibawa ke Madinah. Umar kemudian memanggil Suraqah dan memakaikan gelang Kisra kepadanya di hadapan kaum Muslimin. Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa janji Rasulullah bukan sekadar ucapan, melainkan kebenaran yang pasti terjadi.

Perjalanan hidup Suraqah bin Malik menggambarkan bahwa hidayah dapat datang dari arah yang tidak terduga. Dari niat mengejar dunia, ia justru mendapatkan kemuliaan yang jauh lebih besar. Kisah ini menjadi pengingat bahwa ketetapan Allah selalu melampaui logika manusia, dan setiap janji yang disampaikan oleh Rasul-Nya akan menemukan waktunya untuk terwujud.

Sumber : Fakta Sejarah Nusantara Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *