Home / Politik dan Sejarah / Syawalan GMKR DIY: Menagih Janji Prabowo dan Lawan Oligarki

Syawalan GMKR DIY: Menagih Janji Prabowo dan Lawan Oligarki

 

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gelombang tuntutan kembalinya kedaulatan rakyat bergetar hebat dari Bumi Mataram. Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) DIY sukses menggelar agenda “Syawalan & Konsolidasi” pada Sabtu (11/04), yang mempertemukan 26 elemen pergerakan lintas sektoral, mulai dari akademisi, ulama, advokat, hingga purnawirawan TNI.
​Acara yang berlangsung khidmat ini dipandu langsung oleh Iskundarti dan dihadiri oleh jajaran tokoh lintas disiplin, di antaranya Jenderal TNI (Purn.) Tyasno Sudarto, Brigjen TNI (Purn.) Santoso, sesepuh Yogyakarta H.M. Syukri Fadloli, S.H., Prof. Dr. Rochmad Wahab, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, DR. Chumaidi dan akademisi lainnya, serta tokoh agama Ustadz Jhadan Humam, Ustadz Najib M. Sholeh, dan para advokat. Turut hadir pula Presidium GMKR Nasional, Rizal Fadilah, S.H.
​Kekecewaan Mendalam Atas Pengkhianatan Komitmen
Dalam arahan kebangsaannya, Jenderal TNI (Purn.) Tyasno Sudarto mengungkap rasa kecewa yang mendalam terkait sikap Prabowo Subianto. Beliau mengingatkan kembali kesepakatan awal saat Prabowo hendak maju menuju kursi kepresidenan.
“Dulu ada kesepakatan bahwa Prabowo akan membentuk partai politik dan saya diminta bergabung. Tetapi saya sampaikan. Silahkan, anda berjuang diatas (dipermukaan) saya tak dibawah saja (dibalik layar). Namun hari ini, faktanya Prabowo tidak menepati janji-janjinya kepada saya. Beliau justru berbalik arah demi kepentingan kekuasaan,” tegas mantan KSAD tersebut.
​Senada dengan hal tersebut, H.M. Syukri Fadloli, S.H. juga menyoroti perubahan drastis kepemimpinan nasional. Beliau menilai bahwa awalnya Prabowo memiliki niat tulus untuk menjadi Presiden yang peduli rakyat. “Namun ketika kekuasaan mulai mencengkeram dirinya, muncul agenda tersembunyi untuk tetap berkuasa pada periode berikutnya. Akibatnya, terjadi berbagai kompromi politik (deal-deal politik) yang sangat merugikan rakyat Indonesia,” ungkap tokoh senior Yogyakarta tersebut.
​Lawan Oligarki dan Reformasi Polri
Presidium GMKR Nasional, Rizal Fadilah, dalam orasinya membakar semangat hadirin dengan menegaskan bahwa GMKR harus konsisten menjadi motor penggerak perubahan. Beliau menyerukan sinergitas seluruh lapisan masyarakat untuk menghadapi ancaman nyata terhadap kedaulatan.
​”Perjuangan ini harus dilakukan hingga titik darah penghabisan dengan mempertaruhkan seluruh jiwa dan raga. GMKR membawa mandat rakyat: Lawan dominasi oligarki yang mencengkeram negara, tegakkan hukum tanpa tebang pilih, dan lakukan reformasi total pada institusi Polri agar kembali menjadi pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan,” seru Rizal Fadilah.
​Kepemimpinan yang Tersandera Syahwat Kekuasaan
Forum konsolidasi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan nasional saat ini lebih disibukkan dengan urusan pelanggengan kekuasaan daripada memenuhi janji-janji kampanye kepada rakyat. GMKR DIY mendesak agar praktik politik transaksional yang merusak tatanan bangsa segera dihentikan demi keselamatan seluruh rakyat Indonesia.
​Pernyataan Sikap Bersama
Di akhir acara, Iskundarti selaku pemandu acara menegaskan bahwa ke-26 elemen pergerakan di DIY telah bulat dalam satu suara. Persatuan ini adalah modal utama untuk menjaga kedaulatan rakyat agar tidak semakin tergerus oleh ego kekuasaan dan intervensi oligarki. GMKR DIY menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal arah kemudi bangsa kembali ke jalur yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *