Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Tirakatan bukan sekadar tradisi, tetapi momentum yang meneguhkan kembali nilai tanggung jawab, komitmen, kesetiaan, dan kecintaan kepada daerah sebagaimana diteladankan para pendiri DIY. Esensi inilah yang terkandung dalam Malam Tirakatan Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY.
Menurut Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, tirakatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi DIY dengan tema “Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku”. Hal ini merupakan wujud penghormatan kepada para tokoh masa lalu yang telah meletakkan dasar pemerintahan di wilayah Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.
“Peringatan ini bukan sekadar melanjutkan tradisi yang diwariskan, tetapi juga menjadi pengingat atas nilai-nilai pengabdian yang ditunjukkan para pendiri DIY. Nilai tanggung jawab, kesetiaan, serta kecintaan kepada masyarakat dan daerah itulah yang diharapkan terus hidup dan menjadi pedoman dalam perjalanan DIY ke depan,” papar Sri Sultan pada Malam Tirakatan Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY pada Kamis (12/03) di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan juga mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan rasa syukur atas pertumbuhan DIY hingga ratusan tahun. Teriring harapan bahwa DIY, masyarakatnya, serta leluhurnya selalu dilindungi dalam naungan tangan Tuhan.
“Semangat dan misi yang telah diwariskan leluhur, semoga dapat terus dijalankan tanpa hambatan di masa mendatang,” ujar Sri Sultan.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY sekaligus Asisten Setda Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwie dalam laporannya menyampaikan, bahwa peringatan hari jadi DIY didasarkan pada Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta yang menetapkan tanggal 13 Maret 1755 sebagai Hari Jadi DIY dan diperingati setiap tahun pada tanggal 13 Maret. Ia menuturkan, tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku” mengandung pesan refleksi sekaligus dorongan untuk terus melangkah maju dalam pembangunan daerah.
“Tema ini mengajak kita untuk mawas diri terhadap perjalanan yang telah dilalui, sekaligus meneguhkan langkah bersama dalam membangun kehidupan masyarakat Yogyakarta yang maju, berkarakter, dan berkelanjutan,” ujar Siwie.
Lebih lanjut, Siwie menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-271 DIY telah dimulai sejak Februari dan akan berlangsung hingga April 2026. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan tersebut, mulai dari sayembara desain logo, ziarah, peluncuran logo, lomba paduan suara Mars Pemda DIY, lomba line dance, lomba busana tradisional Yogyakarta, hingga gerakan penanaman pohon di setiap kalurahan.
Selain itu, terdapat pula kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan aparatur sipil negara, seperti lomba membuat konten, pengumpulan buku untuk taman baca melalui program Jogja Berkirim Cerita, gerakan diskon produk lokal Jogja Local Deals 271, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas ASN di bidang kreativitas digital.
“Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memeriahkan peringatan hari jadi, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan mengembangkan keistimewaan Yogyakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan, puncak peringatan Hari Jadi ke-271 DIY akan dilaksanakan melalui upacara pada Jumat (13/03) pukul 08.00 WIB di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Sementara malam tirakatan yang digelar di Bangsal Kepatihan pada Kamis (12/03) dihadiri sekitar 150 undangan dari unsur Forkopimda DIY, bupati dan wali kota se-DIY, serta kepala perangkat daerah, dan diikuti secara daring oleh kalurahan dan kelurahan se-DIY.
Humas Pemda DIY




