Solo,REDAKSI17.COM – Pelaksana Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan membuat kantor di dalam Keraton Solo. Kantor tersebut bakal digunakan untuk menunjang kerja Tedjowulan selama menjadi Pelaksana Keraton Solo.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Putra Paku Buwono XII, GPH Surya Wicaksana alias Gusti Nenok. Dirinya juga sempat membagikan saat rapat bersama dengan Tedjowulan, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Gusti Moeng, Dirjen Kementerian Kebudayaan, staf ahli Menteri Kebudayaan yang juga anak dari Tedjowulan, Gusti Putri dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) X.
“Kemarin setelah rapat kita masuk Keraton melihat rencana tempat mana yang ditunjuk oleh Panembahan untuk dijadikan kantor Panembahan di dalam Keraton,” katanya ditemui di Pesanggrahan Langenharjo, Sukoharjo, Jumat (6/3/2026).
Gusti Nenok menyebut bahwa sebelum ada kantor, Panembahan Tedjowulan telah membuat sekretariat di Kori Kamandungan. Ke depan, dari Kementerian Kebudayaan ingin membuat kantor di dalam Keraton Solo.
“Kalau sekretariatnya adalah di Kamandungan, yaitu berseberangan sama kantor Gusti Moeng, itu sekretariatnya, tapi kalau kantor pribadi nanti ada di dalam keraton,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan kantor Pelaksana Keraton, Panembahan Agung Tedjowulan berada di dekat kamar nyonyo. Ruangan tersebut, kata dia, dulunya merupakan kantor dari Paku Buwono XII.
“Kantornya Tedjowulan itu tepatnya di depan kamar nyonya atau di samping Sasana Wilapa, dulu bekas kantor Paku Buwono XII,” ucapnya.
Adik mendiang Paku Buwoko XIII itu menyebut bahwa rencananya bulan April bisa segera rampung untuk Kantor Panembahan Agung Tedjowulan. Semua kebutuhan, kata dia, juga sudah di penuhi.
“Kemarin kita melihat kekurangan apa yang dibutuhkan untuk menjadikan kantor tersebut di dalam keraton. Sepertinya sudah ada AC, lalu kemudian kursi, sebagian. Nanti staf-stafnya di mana dan sebagainya, nanti kemarin itu disampaikan kepada Tedjowulan dan ditunjuk yang kemudian nanti akan dibuatkan RAB,” terangnya.
“Insyaallah April, kalau enggak salah, bisa langsung dimulai dengan pembersihan maupun pelaksanaan kantor Panembahan Agung Tedjowulan dalam keraton,” sambungnya.
Setelah kantor tersebut selesai, maka akan dilanjutkan dengan renovasi di dalam keraton. Di mana, untuk lokasi renovasi berada di Keraton Kulon atau barat yang dulunya tempat Paku Buwono X.
“Setelah itu, setelah kantor nanti sudah siap, lalu kemudian akan dilanjutkan dengan renovasi yang namanya di dalam keraton itu adalah Keraton kulon atau keraton sebelah barat. Itu adalah keraton atau tempat Paku Buwono X,” jelasnya.
Gusti Nenok mengatakan dalam rapat tersebut sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Paku Buwono XIV Purbaya. Namun, dari pihak PB XIV Purbaya tidak hadir.
“Sudah disurati (pihak Paku Buwono XIV Purbaya) sudah disurati, Iya, diberi pemberitahuan. Tapi tidak ada yang hadir dari, nggak ada yang hadir, mereka sudah memposisikan Sebagai Paku Buwono XIV, bahkan pemerintah, jangankan Tedjowulan, pemerintah mengundang pun pada saat itu kan juga tidak dianggap mereka kan, tidak di apa, direspons sama mereka,” pungkasnya.





