Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan ada tokoh oposisi yang bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Jumat malam kemarin. Teka-teki tokoh yang bertemu Prabowo pun diungkap Istana.
Safrie membocorkan pertemuan ini. Dia mengatakan Prabowo sempat bertemu tokoh nasional yang merupakan oposisi.
“Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi,” kata Sjafrie, saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilansir Antara, Sabtu (31/1/2026).
Sjafrie mengatakan pertemuan itu membahas tentang bagaimana negara harus dikelola secara baik oleh seluruh pihak. Sejauh ini, kata dia, banyak pihak yang kerap membuat kondisi negara tidak diuntungkan dari segi pemanfaatan sumber daya alam hingga perputaran keuangan.
Ia melanjutkan pihak-pihak itu mulai dari swasta yang tidak mau mengikuti regulasi usaha demi keuntungan pribadi hingga dugaan anggaran negara yang bocor.
“Bahkan saya menerima (laporan) kurang lebih Rp 5.777 triliun (dari) bank Himbara yang menyalurkan kepada korporasi. Padahal kita punya APBN Rp 300 sekian triliun. Ke mana kebocoran (anggaran) itu?” katanya kepada para peserta retret.
Lalu, Sjafrie tidak menutup mata bahwa ada kemungkinan oknum pemerintah yang mungkin jadi penyebab terjadinya kerugian negara itu. Karena itu, dia mengatakan, Prabowo dalam pertemuannya dengan para tokoh oposisi itu ingin mengajak bersama sama membenahi negara.
“Oleh karena itulah, saya ingin menyampaikan bahwa kita harus realistis melihat situasi. Kita jangan tutup-tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita itu kesulitan,” jelas dia.
Ia juga meminta para peserta retret selaku insan pers untuk turut membantu pemerintah tetap menjalankan tugas negara dengan melalui pemberitaan yang informatif. Dengan demikian, insan pers dinilai sudah terlibat bersama-sama pemerintah dalam membela hak-hak rakyat.
“Kalau negara sulit, yang paling sulit itu rakyat. Karena keberpihakan kita terhadap rakyat harus kita tunjukkan secara moral dan tindakan,” jelas dia.
Siapa Tokoh Oposisi yang Dimaksud?
Saat konferensi pers dan ditanya lebih lanjut awak media soal siapa saja tokoh-tokoh tersebut, Sjafrie mengaku tidak mengetahui nama-nama tokoh tersebut.
“Saya tidak tahu namanya, lupa ya. Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu sudah menyatakan tidak ada oposisi. Ini masalah komunikasi dan komunikasi itu sudah terjalin,” kata dia.
“Yang saya tahu bahwa tokoh tokoh itu menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali,” tambahnya.
Dia juga tak mengetahui di mana pertemuan tersebut terjadi. “Di suatu tempat. Saya kira kalian (media) lebih tahu,” jelas dia.
PDIP Bantah Bertemu Prabowo
Politikus PDIP Guntur Romli membantah adanya pertemuan tokoh PDIP dengan Presiden Prabowo Subianto kemarin malam. Guntur menegaskan PDIP bukan partai oposisi.
“PDI Perjuangan bukan oposisi, kami penyeimbang, dari PDI Perjuangan tidak ada yang bertemu dengan Presiden,” kata Guntur Romli kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).
Menurutnya, seharusnya pemerintah lebih mengedepankan aksi nyata sebagai solusi dari kekhawatiran publik. Dia menilai pemerintah tak terlalu banyak melakukan pertemuan.
“Lagi pula, keprihatinan publik harusnya dijawab dengan tindakan nyata pemerintah sebagai solusi, jangan terlalu banyak pertemuan apalagi ‘omon-omon’,” ujarnya.
Istana Ungkap Tokoh-tokohnya
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut pertemuan tersebut bukan dengan tokoh oposisi. Pras mengungkap yang ditemui Prabowo merupakan tokoh masyarakat dalam rangka berdialog terkait program-program pemerintah.
“Ndak, ndak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan,” katanya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.
“Kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih, beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara,” lanjut Pras.
Dia kemudian membeberkan sejumlah tokoh yang ada dalam pertemuan itu di antaranya Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro dan mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji.
“Di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan. Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum. Macam-macam di situ ada beberapa banyak,” tutur Pras.
Pertemuan dilakukan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Pras menyatakan tak ada ketua umum partai politik dalam pertemuan itu.
“Nggak, nggak ada (ketua umum atau tokoh parpol),” imbuhnya.





